Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

Relawan ACT Bantu Tangani Kesehatan Korban Banjir di Konawe Utara

17 Juni 2019, 16: 08: 06 WIB | editor : Wijayanto

AKSI SOSIAL: Posko layanan kesehatan yang didirikan relawan medis ACT di wilayah terdampak banjir Konawe Utara.

AKSI SOSIAL: Posko layanan kesehatan yang didirikan relawan medis ACT di wilayah terdampak banjir Konawe Utara. (ISTIMEWA/ACT)

Share this      

KONAWE UTARA  – Tim medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) turun tangan melakukan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Konawe Utara. Seperti di Desa Longeo, Kecamatan Asera, Sabtu (15/6). Tim melaporkan, sejumlah warga mulai menderita gatal-gatal, sakit kepala, dan sakit perut. 

Koordinator Relawan Medis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Suharliana Alsair mengatakan, kondisi kesehatan para korban banjir sangat dipengaruhi oleh faktor kebersihan lingkungan. Menurut Lia, sapaan Suharliana, tidak tersedianya air bersih membuat warga amat rentan terkena penyakit.

“Air bersih di sini (Kecamatan Asera, Red) masih susah. Warga menggunakan air sungai yang tidak bisa dipastikan kebersihannya untuk membersihkan diri. Bahkan ada juga yang berhari-hari tidak mandi,” ungkap Lia, Ahad (16/6).

BANTUAN: Dapur umum yang didirikan relawan ACT di Konawe Utara.

BANTUAN: Dapur umum yang didirikan relawan ACT di Konawe Utara. (ISTIMEWA/ACT)

Menurut dia, kondisi masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan juga mempengaruhi faktor kesehatan. “Mereka sudah tidak punya apa-apa, bahkan sandal. Terpaksa, mereka harus berjalan kaki tanpa alas kaki. Belum lagi sejumlah warga masih mengevakuasi barang-barang yang terendam air,” cerita relawan bidan asal Kabupaten Kolaka itu.

Berdasarkan pantauan tim medis, walau banjir di sejumlah wilayah telah surut, namun potensi sumber penyakit bagi korban masih besar. “Lumpur yang mulai mengering dan mengeras kemudian menjadi debu yang mengganggu pernapasan warga. Mereka berpotensi terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut, Red," terangnya.

Menghadapi hal itu, tim medis menyediakan sejumlah obat untuk menangani keluhan pasien. “Kami masifkan obat-obatan untuk keluhan gatal-gatal. Lalu untuk mencegah ISPA, kami juga bagikan masker dan sediakan obat batuk,” terang Lia.

Selain di Desa Longeo, tim juga melakukan pelayanan kesehatan ke wilayah terdampak di kecamatan lain. Ahad (16/6), misalnya, tim melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Linomoiyo, Kecamatan Oheo.

Menurut Lia, korban banjir di Konawe Utara masih sangat membutuhkan bantuan, terutama perlengkapan kebersihan dan obat-obatan. Dua keperluan itu menjadi kebutuhan dasar yang amat dibutuhkan di tengah kondisi darurat seperti ini.

Namun menurut pengamatan tim medis, bantuan alat kebersihan belum mampu memenuhi keperluan pengungsi. “Kami melihat, masih sangat kurang bantuan alat kebersihan. Bahkan kemarin ada warga yang sampai meminta sabun untuk mandi atau mencuci. Saat mereka evakuasi barang pun, tidak pernah terpikirkan untuk sekadar cuci tangan,” ungkapnya.

Hingga hari ke delapan pascabanjir di Konawe Utara, Tim Disaster Emergency Response (DER)-ACT masih bersiaga memberikan pelayanan terbaik. Sejumlah bantuan logistik kembali didistribusikan ke dapur-dapur umum di Kecamatan Asera.

“Tim rescue ACT mendistribusikan logistik untuk dua posko dapur umum di Kecamatan Asera, yakni di Desa Walasolo dan Desa Longeo,” lapor Komandan Tim DER-ACT Kusmayadi. Selain dapur umum, tim juga langsung mendistribusikan bantuan  logistik ke Desa Wanggudu.

“Kami juga ke Dusun 1 RT 1 Desa Wanggudu. Di sana jumlah pengungsinya empat kepala keluarga, atau 19 jiwa,” tambah Kusmayadi.

Tim juga mengaktivasi dua dapur umum lagi di Kecamatan Asera, tepatnya di Desa Walasolo dan Longeo. Menurut data Tim DER-ACT ada 399 jiwa di kedua desa itu yang terdampak banjir. “Tim dapur umum ACT menyiapkan 400 porsi makanan siap santap bagi warga di sana,” imbuh Kusmayadi.

Ia juga menerangkan, keperluan yang masih amat dibutuhkan pengungsi meliputi kebutuhan pokok, air bersih, pakaian bersih, keperluan kebersihan,  tenda, alas tidur, dan obat-obatan. (act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia