Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Sidak Kepala KNKT di Gresik

Petunjuk Bahasa Mandarin di KM Natuna Ekspres Minta Diganti Indonesia

17 Juni 2019, 15: 10: 08 WIB | editor : Wijayanto

SiIDAK: Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono bersama Kasi Lala KSOP Kelas II Gresik Hotman Siagian meninjau Pelabuhan Gresik.

SiIDAK: Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono bersama Kasi Lala KSOP Kelas II Gresik Hotman Siagian meninjau Pelabuhan Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sejumlah petunjuk berbahasa mandarin yang tertera di KM Natuna Ekspres diminta diganti bahasa Indonesia. Temuan ini disampaikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Gresik, beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya Soerjanto berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak, bergeser ke Pelabuhan Gresik. Tiba di pelabuhan Gresik, dia langsung menuju pintu yang biasa digunakan porter untuk mengangkut barang.  Soerjanto masuk ke kabin penumpang KM Natuna Express yang sedang bersandar  di dermaga umum Pelabuhan Gresik.

Di dalam kabin kapal, Ketua KNKT melakukan pengecekan kelengkapan keselamatan kapal. Jumlah pelampung dan alat keselamatan lainnya seperti ruang perawatan tak luput dari pantauannya.

Anak buah kapal (ABK) yang sedang berisitirahat tampak kaget, bahwa kapal mereka didatangi oleh KNKT.  Mereka menunjukkan berbagai alat perlengkapan yang ada.

Saat di dalam kapal dia meminta agar tulisan dalam papan penunjuk jalur evakuasi darurat yang menggunakan tulisan bahasa mandarin dan bahasa inggris untuk diganti.

"Diganti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ya, tiga bahasa boleh," ujar Soerjanto kepada ABK kapal.

Setelah itu, dia menuju ke ruang tunggu Pelabuhan Gresik. Dan menanyakan kesiapan ruang tunggu yang saat ini dibangun.  "Perlengkapan keselamatan selama arus mudik kita cek semua, dan mudik tahun ini aman lancar tidak ada kejadian seperti kebakaran atau penumpukan penumpang seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Soerjanto.

Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut (Kasi Lala) KSOP Kelas II Gresik, Hotman Siagian mengatakan ada beberapa catatan dalam sidak kali ini. Seperti terminal penumpang yang saat ini sedang dalam pengerjaan turut ditanyakan kapan rampung.

"Saya sampaikan tadi, tahun ini sudah beroperasi kalau tidak Oktober akhir ya November awal terminal penumpang baru sudah operasional," jelasnya.

Lanjut Hotman, Pelabuhan Gresik sendiri merupakan salah satu dari 51 Pelabuhan pantau yang ada di Indonesia. Sebab arus mudik dan arus balik dari Gresik menuju Bawean atau sebaliknya terpantau aman dan lancar pada tahun ini.

Tidak ada kejadian kebakaran hingga penumpukan penumpang seperti tahun-tahun sebelumnya. Posko angkutan lebaran di Pelabuhan Gresik beroperasi hingga tanggal 21 Juni 2019. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia