Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Stok Darah Menipis, PMI Sasar Instansi

17 Juni 2019, 08: 13: 00 WIB | editor : Wijayanto

PEDULI: Pendonor di mobil keliling Unit Transfusi Darah (UTD) PMI depan GOR Delta.

PEDULI: Pendonor di mobil keliling Unit Transfusi Darah (UTD) PMI depan GOR Delta. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sidoarjo semakin menipis pasca-Lebaran. Hingga, Jumat (14/6) stok darah yang tersedia berjumlah 790 kantong. Menipisnya persediaan ini karena ada penurunan mendonor darah saat puasa. 

“Di bulan Ramadan sehari hanya mampu mengumpulkan 70 kantong darah,” ujar Humas Pencarian Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S), PMI Sidoarjo, Nur Nuzulia. 

Padahal, saat lebaran, layanan donor darah PMI hanya tutup selama dua hari. Yakni, 5 dan 6 Juni. Untuk memenuhi stok darah tersebut, PMI gencar menawari instansi dan perusahaan agar mau menggelar donor darah massal. Di bulan ini, PMI menyasar 17 instansi dan perusahaan. “Kalau ke sekolah belum, karena mereka masih libur,” katanya. 

Sejumlah instansi tersebut sudah dibidik PMI satu bulan sebelumnya. Dikarenakan, ketika mulai masuk kerja, PMI langsung bisa mengoptimalkan penyediaan darah bagi pasien yang membutuhkan. Layanan keliling ke instansi sudah dimulai sejak Kamis (13/6). Setiap hari, diusahakan ada satu instansi yang dikunjungi dengan peserta minimal 50 orang. 

Dari 790 total kantong yang tersedia, stok paling sedikit dimiliki oleh kantong golongan darah AB. Untuk whole blood (WB) tersedia 12 kantong, packed red cell (PRC) tersedia tujuh kantong, trombocyte (TC) tersedia empat kantong dan fresh frozen plasma (FFP) tersedia 20 kantong. “Golongan darah AB ini termasuk jarang yang punya, permintaan pun tidak banyak,” imbuhnya. 

Lia menyebutkan, stok darah dapat dikatakan aman apabila satu nama produk untuk satu golongan darah, minimal punya 50 kantong. 

Petugas donor di mobil PMI depan GOR Delta Sidoarjo, Scenny Novitarani mengakui ada penurunan pendonor darah. Saat bulan Ramadan minat masyarakat untuk mendonor menurun. “Sekarang mulai normal lagi,” pungkasnya. (rpp/vga)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia