Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Sudah Pasang Patung Polisi, Pengguna Jalan Masih Saja Membandel

15 Juni 2019, 19: 31: 33 WIB | editor : Wijayanto

BERBAHAYA: Pemotor nekat menerobos rambu larangan masuk di Jalan Brigjen Katamso yang dijaga ‘polisi’.

BERBAHAYA: Pemotor nekat menerobos rambu larangan masuk di Jalan Brigjen Katamso yang dijaga ‘polisi’. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Berbagai cara dilakukan Satlantas Sidoarjo untuk membuat pengguna jalan tertib. Salah satunya dengan membuat patung mirip polisi. Tapi upaya itu masih bertepuk sebeluh tangan. 

Contohnya, pembuatan patung polisi di traffic light Jalan Letjend Sutoyo. Persisnya di bawah fly over Waru. Patung tersebut sekilas sangat mirip anggota polisi. Berseragam lengkap dengan memakai helm putih serta memakai masker layaknya anggota Satlantas. 

Dari kejahuhan, orang tidak akan mengetahui jika benda tersebut adalah patung. Rompi yang dipakai juga masih kelihatan baru. Badannya juga tegap dan gagah.

Namun, solusi tersebut masih belum membuahkan hasil. Orang yang mengetahui jika itu patung tetap saja nekat melanggar rambu-rambu lalu lintas. Motor dan pengguna kendaraan lain masih menerobos rambu dilarang masuk.  

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar juga mengaku heran. Di tempat itu sebenarnya sudah ada barrier beton yang dipasang permanen agar pengguna jalan tidak menerobos. “Kok ya jek nekat saja,” keluhnya.

“Maksudnya dipasang patung polisi agar masyarakat patuh. Masih ada masyarakat yang patuh jika ada polisi dan takut ditilang. Bukan karena kesadaran,” imbuhnya.

Mantan Kasi STNK Subdit Regiden Polda Jatim itu menyebut bahwa patung polisi itu sudah di operasionalkan sekitar satu minggu ini. Jika malam hari patung tersebut akan dicopot. Pemasangan hanya dioptimalkan pada pagi hingga sore hari.

“Harusnya tertib lalu lintas menjadi kesadaran. Ini demi keselamatan pengendara dan pengguna jalan lain,” ujarnya.

Fahrian berharap dengan adanya patung tersebut dapat membantu polisi menertibkan masyarakat khususnya di bawah layang waru. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat tertib berlalu-lintas dimanapun berada. “Jangan hanya tertib ketika ada polisi,” harapnya. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia