Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Pengelola Arisan Jaminkan Sertifikat Tanah untuk Korban

15 Juni 2019, 10: 57: 13 WIB | editor : Wijayanto

Pengelola Arisan Jaminkan Sertifikat Tanah untuk Korban

SIDOARJO - Ratusan warga korban arisan bodong di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin masih belum menerima uang tabungan Lebaran. Pihak pengelola kembali menunda pembayaran dengan memberikan jaminan sertifikat tanah dan bangunan miliknya kepada salah satu perwakilan warga.

Sertifikat tanah dan bangunan yang diklaim memiliki nilai mencapai Rp 1 miliar itu diserahkan pihak pengelola pada Kamis (13/6) sore. Setelah penyerahan sertifikat itu, para warga yang menggeruduk rumah pasangan Muawanah, 48 dan Samin, 50, di Desa Kludan RT 01/RW 01, Kecamatan Tanggulangin berangsur pulang.

Samiin mengaku jika sertifikat tanah dan bangunan itu terpaksa diserahkan karena pihaknya juga tidak sedang memegang uang banyak untuk membayar semua permintaan warga. “Udah nggak pegang duit, ini masih kami upayakan,” singkat Samin.

Sementara itu, Kapolsek Tanggulangin Kompol Hardiyantoro juga tidak bisa banyak berbuat karena memang belum ada laporan dari para korban terkait kasus tersebut. Namun demikian, pihaknya akan terus berusaha optimal menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukumnya tersebut.

Pihaknya akan terus melakukan pengamanan guna mencegah hal yang tidak diinginkan baik dari warga maupun pihak pengelola arisan. “Mereka sama-sama warga Tanggulangin, jadi kita harus jaga semua agar tidak muncul masalah baru,” sebut Hardiyantoro, Jumat (14/6).

Hardiyantoro juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti lagi ketika mengikuti kegiatanserupa. Hal itu agar meminimalisir masalah serupa dapat terulang kembali. “Harus cermat memilah-milah sistem tabungan atau arisan,” singkatnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan warga yang datang dari beberapa desa menggeruduk rumah pasangan Muawanah dan Samin pada Kamis (13/6) siang. Mereka menuntut ada pengembalian uang karena merasa ditipu atas arisan lebaran yang dilakukan pasutri tersebut.

Milah, 58, salah satu warga menceritakan, dia ikut berbondong-bondong ke lokasi karena termasuk korban dari dugaan arisan bodong tersebut. Milah mengaku setiap minggunya rajin membayar uang kepada Muawanah sebesar Rp 200 ribu. Dengan tabungan sebesar itu, dia dijanjikan akan dicairkan uang Rp 10 juta sebelum lebaran.

Sayangnya, hingga lebaran usai, uang tersebut tak kunjung didapatkan. Muawanah terus berkelit untuk menunda pembayaran ketika terus ditagih warga. “Disemayani tok (hanya dijanjikan saja, Red),” sebutnya.

Demikian halnya dengan Siti, 58, warga lain yang berada di lokasi tersebut. Dia telah rajin membayar Rp 50 ribu tiap minggu selama berbulan-bulan. Jika dihitung, seharusnya tahun ini bisa mendapatkan uang Rp 50 juta saat lebaran. Sayangnya uang itu juga tidak didapatkan hingga lebaran berakhir. “Banyak warga yang tabungannya besar. Ada yang mencapai ratusan juta juga. Peserta arisan juga sampai ratusan,” sebutnya. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia