Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Diduga Investasi Bodong, Ratusan Warga Luruk Rumah Pengelola Arisan

15 Juni 2019, 00: 57: 43 WIB | editor : Wijayanto

LURUK: Warga Kludan, Tanggulangin, mendatangi rumah Muawanah meminta pencairan uang arisan lebaran.

LURUK: Warga Kludan, Tanggulangin, mendatangi rumah Muawanah meminta pencairan uang arisan lebaran. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Diduga menjalankan arisan bodong, ratusan warga mengepung rumah pasangan Muawanah, 48, dan Samin, 50, warga Desa Kludan RT 01/RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Kamis (13/6). Mereka menagih uang arisan lebaran yang dijanjikan cair sebelum lebaran.

Ratusan orang itu mulai berbondong-bondong mendatangi rumah yang berada di pinggir jalan sejak pukul 13.00. Mereka mendesak pemilik rumah keluar dan memenuhi janjinya untuk mencairkan uang arisan lebaran itu. 

Sayangnya, hingga pukul 16.00, pasangan yang memiliki dua anak itu tak kunjung nampak ada di rumahnya. Warga hanya ditemui oleh Roni yang merupakan wakil dari keluarga tersebut. Sejumlah anggota kepolisian juga tengah bersiaga di lokasi guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

MINTA DIBAYAR: Warga menunjukkan bukti kartu setoran uang ke Muawanah selaku pengelola arisan.

MINTA DIBAYAR: Warga menunjukkan bukti kartu setoran uang ke Muawanah selaku pengelola arisan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Milah, 58, salah satu warga menceritakan, ia ikut berbondong-bondong ke lokasi karena termasuk korban dari dugaan arisan bodong tersebut.

Milah mengaku setiap minggu rajin membayar uang kepada Muawanah senilai Rp 200 ribu. Dengan tabungan sebesar itu, ia dijanjikan akan dicairkan uang Rp 10 juta sebelum lebaran.

Sayangnya, hingga lebaran usai, uang tersebut tak kunjung didapatkan. Muawanah terus berkelit untuk menunda pembayaran ketika terus ditagih warga. “Disemayani (dijanjikan) hari ini (kemarin), pas ditagih ditunda terus,” sebutnya.

Demikian halnya dengan Siti, 58. Warga lain yang berada di lokasi tersebut rutin membayar Rp 50 ribu tiap minggu selama berbulan-bulan. Jika dihitung, seharusnya tahun ini bisa mendapatkan uang Rp 50 juta saat lebaran.

Sayangnya uang itu juga tidak didapatkan hingga lebaran berakhir. “Banyak warga yang punya tabungan besar. Ada yang mencapai ratusan juta juga. Peserta arisan juga sampai ratusan,” sebutnya.

Sebelum peristiwa penggerudukan itu, warga juga sempat mendatangi rumah pasutri perajin tas itu sebelum lebaran. Warga akhirnya dimediasi dengan pasutri Muawanah dan Samin di Balai Desa setempat. Hasilnya, pihak keluarga menyepakati akan mencairkan uang, Kamis (13/6).

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tanggulangin Kompol Hardiyantoro mengaku jika memang belum ada warga yang sampai membuat laporan polisi terhadap kasus dugaan arisan bodong tersebut.

Hari itu pihaknya hanya memerintahkan anggota untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi. “Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, karena massa banyak,” singkat Hardiyantoro.

Sementara itu, dari pihak Muawanah dan Samin belum bisa dikonfirmasi oleh wartawan. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia