Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Desa Wisata Dorong Kenaikan Pendapatan Daerah

15 Juni 2019, 00: 11: 40 WIB | editor : Wijayanto

POTENSI: Salahsatu desa wisata Sambipondok menyuguhkan pariwisata dan edukasi pertanian.

POTENSI: Salahsatu desa wisata Sambipondok menyuguhkan pariwisata dan edukasi pertanian. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Keberadaan desa wisata di Kabupaten Gresik sejak 2 tahun terakhir mendorong kenaikan perolehan pendapatan asli daerah (PAD). Wisata buatan ini terletak hampir merata diseluruh wilayah Gresik mulai dari Utara hingga Selatan Gresik. 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Pemkab Gresik mencatat untuk wilayah utara sedikitnya ada lima destinasi wisata baru. Di antaranya, wisata alam gosari, bukit jamur, bajak laut waterpark, serta wisata alam Sambipondok. 

Sementara di wilayah Selatan saat ini desa wisata yang sedang berkembang salah satunya desa wisata Hendrosari yang menyuguhkan wisata siwalan. Namun, hingga kini Pemkab Gresik belum bisa memungut pajak desa wisata tersebut. Alasannya, dana operasional desa wisata dikelola oleh pihak desa.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Siswadi Aprilianto mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah pernah melakukan pendataan mengenai potensi pajak yang bisa diraup dari fenomena munculnya desa wisata ini.

Namun, hingga saat ini dirinya belum berani mengutip pajak lantaran belum dapat berkoordinasi dengan pihak desa setempat.

“Pajak yang dikenakan bisa pajak penyelenggaraan hiburan atau pajak pariwisata, pajak makanan dan pajak parkir. Sebab, rata-rata mereka mengutip tiket masuk kepada pengunjung,” imbuhnya.

Menurut Mantan Kepala Dinas Kepemudaan Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) itu, Pemkab Gresik sangat mendukung adanya desa Mandiri. Untuk itu meskipun belum bisa mendapatkan pajak dari pariwisata desa, pemerintah daerah tetap mendukung adanya desa wisata salah satunya dengan membantu promosi.

“Kedepan saat semuanya administrasinya sudah berjalan baik tentu kami akan melakukan pendataan dan memungut pajaknya. Sebab potensinya besar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Pemkab Gresik, Mighfar Syukur menilai, pengenaan pajak untuk desa wisata sudah tepat dilakukan. Ini untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gresik dari sektor pariwisata.

“Sebagai timbal baliknya tentu Pemkab akan membuat akses maupun fasilitas umum yang representatif di lokasi wisata. Hal ini tentu akan mendorong okupansi wisatawan dari dalam maupun luar daerah,” kata Mighfar. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia