Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Temui Khofifah, Dubes Inggris Siap Bantu Wujudkan MRT

15 Juni 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BAHAS KERJA SAMA: Dubes Inggris Moazzam Malik (kiri) usai bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, Jum

BAHAS KERJA SAMA: Dubes Inggris Moazzam Malik (kiri) usai bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan, Jumat (14/6) (MUS PERMADANI/RADAR SURABAYA.)

Share this      

PAHLAWAN – Menjelang akhir jabatannya tanggal 21 Juni mendatang, Duta Besar Inggris Moazzam Malik menyatakan siap membantu mewujudkan Mass Rapid Transit (MRT) di Jawa Timur (Jatim). Namun menurutnya, pihaknya harus mengikuti arahan dari Pemerintah Provinsi Jatim dan pemerintah pusat.

“Beberapa waktu lalu kami sudah menggelar pertemuan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta. Kami berdiskusi soal Inggris bisa mengatasi permasalahan keuangan dan bisa menggunakan keterampilan dari Inggris untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ujarnya usai bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan, Jumat (14/6).

Moazzam mengatakan, perlu adanya anggaran dari pemerintah Indonesia untuk feasibility study. Selain itu juga dari perusahaan Indonesia. “Tawaran dari Inggris berbeda dengan Tiongkok dan Jepang. Kami tidak berminat untuk membangun proyek secara keseluruhan. Tapi kami ingin bekerja sama dengan mitra-mitra di Indonesia. Kami berharap mitra lokal yang memimpin proyeknya karena mereka yang mengetahui apa yang harus dilakukan. Peran kami hanya membantu keterbatasan,” terangnya. 

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, pertemuan dengan Dubes Inggris kali ini merupakan update dari pertemuan pada bulan Maret yang lalu. Menurutnya, pada bulan Maret lalu pihaknya menyampaikan pentingnya kerja sama SMK di bidang aviasi. “Karena airport di Jatim ini semakin banyak, sehingga kebutuhan teknisi di bidang aviasi ini menjadi sangat penting,” katanya. 

Nantinya SMK ini terletak di Kediri. Khofifah mengatakan, untuk perizinan masih dalam proses menunggu persetujuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Karena ini jurusan yang sangat baru,” ujarnya. 

Kemudian, Khofifah menambahkan, juga mengusulkan kursus bahasa Inggris, khususnya training of trainers, terutama untuk perawat. Menurutnya, kebutuhan perawat di luar negeri sangat banyak, dan sekolah perawat di Indonesia juga banyak. “Hanya saja kendalanya pada kemampuan bahasa Inggris yang masih kurang. Untuk itu kami ingin mendapatkan support dari kedutaan Inggris,” katanya.

Mantan Menteri Sosial ini juga menjelaskan kalau Inggris sudah investasi untuk MRT di Jakarta dan Jawa Barat. Kami berharap investasi itu bisa dikembangkan di Jatim. “Karena penguatan Gerbang Kertasusila itu menjadi sangat penting agar terkoneksi satu ruas dengan ruas lainnya,” jelasnya. 

Selain itu juga kajian membangun industri limbah yang bisa di-recycling. Proses ini akan dilakukan kajian bagaimana format yang bisa mendapatkan nilai tambah. industri di Jatim hampir 33 persen dari seluruh kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “Jatim sudah masuk kawasan industri tapi pengolahan limbah masih sangat terbatas,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia