Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

PHRI: Okupansi Hotel Terdongkrak Tiket Pesawat Mahal

14 Juni 2019, 17: 54: 20 WIB | editor : Wijayanto

KINERJA POSITIF: Industri hotel di Surabaya mencatat kinerja positif selama Ramadan. Okupansi mengalami peningkatan menjadi 58 persen.

KINERJA POSITIF: Industri hotel di Surabaya mencatat kinerja positif selama Ramadan. Okupansi mengalami peningkatan menjadi 58 persen. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim berhasil mencatatkan kinerja positif selama momen Ramadan lalu. Pasalnya, tingkat okupansi hunian hotel mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Sampai saat ini, rata-rata tingkat okupansi mencapai 58 persen. Bahkan pada H-5 Lebaran, okupansi mencapai 84 persen.

Ketua PHRI Jatim Herry Siswanto mengatakan, pada dasarnya seluruh hotel pasti akan mengalami kondisi seperti ini di momen Lebaran. Menurutnya, kondisi ini telah menjadi suatu kebiasaan, karena tamu-tamu yang datang pun beragam.

Mulai dari tamu dari kota Surabaya sendiri yang memilih untuk tinggal sementara di hotel karena ditinggal asisten rumah tangganya mudik atau pulang kampung, sampai tamu dari luar kota.

Herry menuturkan, hal seperti ini sudah lazim terjadi. Apalagi di kota besar seperti Surabaya. Oleh karena itu, dengan adanya momen seperti ini, mengakibatkan adanya kenaikan okupansi dibanding hari-hari atau bulan sebelumnya. "Bahkan hampir dua kali lipat dari kondisi okupansi sebelumnya. Namun, seminggu kemudian nantinya mulai kembali normal," terangnya di Surabaya.

Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah mahalnya harga tiket pesawat. Sehingga banyak masyarakat yang menggunakan mobil pribadi untuk perjalanan mudik atau liburannya. "Nah bagi mereka yang harus menempuh perjalanan jauh, pasti membutuhkan tempat untuk istirahat dan mereka biasanya menginap di hotel," sambungnya.

Diungkap Herry, hal ini terlihat dari parkir area di hotel-hotel Surabaya yang penuh. Begitu juga dengan tempat-tempat wisata yang mengalami kenaikan okupansi kamar. 

Sementara, sepanjang semester pertama tahun ini, Herry mencatatkan rata-rata tingkat hunian mencapai 69 persen. Sedangkan target okupansi sampai akhir tahun nanti, untuk tingkat hunian mencapai 76 persen. Adapun upaya yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut, menurut Herry, biasanya akan dilakukan melalui paket promo yang diberikan oleh setiap hotelnya.

Terkait penambahan hotel baru di Surabaya, lanjut Herry, pastinya ada. Seperti di kompleks Maspion Jalan A. Yani. "Namun untuk berapa jumlahnya, saya belum ada komunikasi dengan dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Surabaya," ujarnya. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia