Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Penahanan Oknum Pilot Lion Air Ditangguhkan

14 Juni 2019, 17: 21: 16 WIB | editor : Wijayanto

DIKABULKAN: Arden Gabriel Sudarto (bertopi) saat keluar dari gedung Anindita Polrestabes Surabaya.

DIKABULKAN: Arden Gabriel Sudarto (bertopi) saat keluar dari gedung Anindita Polrestabes Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya mengabulkan penangguhan penahanan Arden Gabriel Sudarto, Kamis (13/6). Oknum pilot Lion Air yang menjadi tersangka kasus pemukulan pegawai hotel La Lisa itu kini menghirup udara segar.

Dia didampingi  oleh istri dan kuasa hukumnya saat keluar dari  gedung Anindita Satreskrim Polrestabes Surabaya. Arden keluar dari gedung Anindita sekitar pukul 18.00. Dia terlihat mengenakan setelan warna hitam, termasuk topi yang dikenakan.

Ia terlihat terus merunduk ketika wartawan mencoba mengambil fotonya dan terus berjalan menuju mobil dan meninggalkan Mapolrestabes.  Arden didampingi istrisnya Yessica Simon, bersama dua orang pengacara ikut mendampingi. Salah satunya ialah Richard Handiwiyanto.

“Kami sudah kirimkan surat penangguhan penahanan sejak 22 Mei lalu,” ungkap Richard.

Menurutnya setelah pengajuan itu, pihaknya terus menunggu untuk dikabulkan. Istri Simon menjadi penjamin tersangka.  Selain itu beberapa berkas yang dilampirkan dalam permohonan itu,

“Salah satunya pencabutan laporan polisi dari korban dan perjanjian damai antara korban dan tersangka,” terangnya.

Meski ditangguhkan, namun Richard memastikan bahwa kliennya akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Dia juga menjamin kliennya tidak akan kabur atau menghilangkan alat bukti lain.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran membenarkan adanya penangguhan penahanan tersebut. Ada beberapa  hal yang menjadi pertimbangan penyidik. Salah satunya, tersangka sudah membuat perjanjian damai dengan korban.

“Selain itu, proses penyidikan sudah rampung Berkas perkara juga sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Selain itu, syarat penangguhan penahanan sudah dipenuhi dan ada jaminannya,” ungkap Sudamiran. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia