Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ingatkan Keponakan Puasa Pakai Golok, Paman Dipolisikan

14 Juni 2019, 17: 18: 25 WIB | editor : Wijayanto

APES: Santoso mendekam di bui gara-gara laporan keponakannya.

APES: Santoso mendekam di bui gara-gara laporan keponakannya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Mengingatkan keponakan untuk berpuasa, Santoso, 52, warga Jalan Ngagel Jaya, Kecamatan Gubeng malah harus mendekam di tahanan Polsek Sukolilo. Hal ini bukan tanpa sebab, lantaran tersangka emosi dan mengancam ponakannya Riski, 19, warga Jalan Klampis Semalang, Sukolilo dengan senjata tajam (sajam) sejenis golok.

Riski melaporkan pamannya ke Polsek Sukolilo sehingga diamankan polisi. Kanitreskrim Polsek Sukolilo Ipda Supranoto mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika tersangka melihat ponakannya tersebut berada di teras rumahnya Jalan Klamping Semalang nomor 22.

Saat kejadian tersebut tersangka diduga melihat korban tidak berpuasa, ia pun mengingatkan korban untuk puasa saat itu. “Tapi korban sepertinya melawan dan menyinggung perasaan tersangka,” tuturnya.

Tersangka yang emosi langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sajam miliknya. Seketika itu, korban mencabut sajam tersebut dari sarungnya dan mengacungkan ke korban. Seketika itu, korban berlari menyelamatkan diri. Korban kemudian melaporkannya ke Polsek Sukolilo.

Polisi mendapat informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan tersangka. Namun, yang bersangkutan sempat menghilang hingga akhirnya berhasil ditemukan.

Tersangka kemudian dibawa ke Polsek Sukolilo untuk dilakukan penyelidikan. “Sajam tersebut juga kami amankan, tersangka mengaku itu miliknya dan hanya untuk hiasan sebenarnya,” terangnya.

Dari keterangan tersangka pada polisi, diketahui jika tersangka ini tersulut emosinya karena ponakannya tersebut melontarkan kata-kata yang membuatnya jengkel. Apalagi, tersangka tidak bermaksud jelek malah meminta ponakannya tersebut berpuasa. “Tersangka tidak menyangka jika akhirnya ia berada di balik tahanan karena apa yang dilakukannya,” tandasnya. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia