Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Lima Kali Dicabuli, Korban Masih Perawan

Nafsu Besar 'Senjata' Letoy, Nempel Langsung Keluar

14 Juni 2019, 17: 11: 48 WIB | editor : Wijayanto

Nafsu Besar 'Senjata' Letoy, Nempel Langsung Keluar

SURABAYA – Fakta unik yang terungkap dari kasus pencabulan yang dilakukan tersangka Sajemin alias Mat Sadin di Bulak Banteng, Kenjeran, menunjukkan bahwa meski sudah lima kali dicabuli, korban terbukti masih perawan. Sebab meski sudah berusaha lima kali mencabuli tersangka, ternyata tersangka tak pernah sekali pun mampu melakukan penetrasi ke alat vital korban.

Saat ditanya wartawan, tersangka Sajemin mengaku melakukan aksinya karena jauh dari istri yang ada di Sampang, Madura. Ia mengaku nafsu melihat korban SN, 13, yang juga masih tetangganya karena sering ditinggal orangtuanya sendirian di rumah.

Tersangka mengaku pertama kali melakukan pencabulan dengan mengajak korban main ke rumahnya saat keadaan sepi dengan iming-iming akan diberi es. Sebab, sehari-hari tersangka bekerja sebagai pemulung sekaligus penjual es keliling.

Setelah berhasil mengajak korban ke kamarnya, tersangka mulai melakukan aksinya dengan mencopoti pakaian korban dan mencabulinya. “Tapi saya pertama kali tidak bisa memasukkan, karena punya saya tidak bisa berdiri. Hanya nempel, terus keluar begitu saja,” ujarnya. Kemudian agar tak menceritakan kepada orang lain, tersangka memberi uang Rp 5000 ke korban.

Namun, tersangka ternyata masih penasaran. Karena merasa tak berhasil, tersangka mengulangi perbuatannya sampai lima kali dalam kurun Februari hingga Juni 2019. Ia hanya libur saat bulan puasa Mei lalu.

Namun usaha yang kedua kali dan selanjutnya ternyata juga tak pernah berhasil. Sebab, ‘senjata’ tersangka tak pernah bisa bangun meski nafsunya sudah di ubun-ubun. “Jadi cuma saya tempelkan, terus keluar,” tukasnya tanpa rasa bersalah.

Setiap kali beraksi, tersangka mengaku sebelumnya selalu memberi es dan uang Rp 5000 ke korban. Namun yang terakhir sebelum tertangkap, ia tidak memberi uang karena lagi tidak punya uang. “Setalah itu, dia (korban) melapor ke keluarganya,” ungkapnya membela diri. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia