Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Usut Dugaan Korupsi di YKP, Kejati Sita Rekening Berisi Ratusan Miliar

14 Juni 2019, 16: 18: 51 WIB | editor : Wijayanto

GELEDAH: Penyidik Kejati Jatim saat menggeledah kantor YKP di Jalan Sedap Malam, Surabaya.

GELEDAH: Penyidik Kejati Jatim saat menggeledah kantor YKP di Jalan Sedap Malam, Surabaya. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim memastikan dugaan korupsi di Yasasan Kas Pembangunan (YKP) makin kuat. Sejumlah alat bukti yang disita diklaim bakal menyeret sejumlah pejabat di internal YKP ke penjara.

Alat bukti tersebut berupa rekening yang berisikan uang senilai ratusan miliar.  Asisten Tindak Pidana Khusus (Adpisus) Kejati Jatim Didik Farkhan mengatakan rekening tersebut merupakan hasil pengembangan penggeledahan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Dari sejumlah dokumen yang diamankan, rekening itu salah satu dokumen penting untuk membuktikan adanya dugaan korupsi. "Kami akan gunakan rekening itu untuk mengembangkan penyidikan. Intinya kami semakin dekat dengan orang-orang yang terlibat dalam dugaan korupsi di YKP tersebut," ungkap Didik Farkhan.

Didik mengatakan dengan ditemukannya rekening "gendut" tersebut dipastikan jika kerugian negara dalam dugaan kasus korupsi ini mencapai triliyunan. "Itu baru uang di dalam rekening, belum lagi aset-aset lain seperti tanah," terangnya.

Didik mengatakan ditemukannya rekening tersebut juga menjadi salah satu alasan pencekalan terhadap kelima pejabat dari YKP dan PT Yekape. Sebab mereka merupakan pemilik rekening dan aset-aset YKP. "Pencekalan itu merupakan bagian dari upaya kami untuk mempermudah proses penyidikan," imbuhnya.

Nama lima pejabat YKP tersebut ialah Surjo Harjono, Mentik Budiwijono, Sartono, Chairul Huda dan Catur Hadi Nurcahyo. Kelimanya perlu dimintai keterangan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi di YKP. "Status mereka sudah dicekal sejak kemarin," papar mantan Kajari Surabaya itu.

Mengenai agenda pemeriksaan kelima pejabat itu, Didik mengatakan mulai Senin mendatang (17/6). Rencananya orang yang diperiksa ialah, Dirut PT Yekape, Ketua pengurus YKP, Kepala Kantir Pertanahan Surabaya dan ahli dari Fakultas Hukum Unair. "Proses pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap. Nantinya semua akan kami periksa tanpa terkecuali," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus korupsi YKP pernah beberapa kali mencuat. Bahkan pada tahun 2012 DPRD kota Surabaya pernah melakukan hak angket dengan memanggil semua pihak ke DPRD.

Saat itu pansus hak Angket memberikan rekomendasi agar YKP dan PT. Yekape diserahkan ke Pemkot Surabaya. Karena memang keduanya adalah aset Pemkot. Namun pengurus YKP menolak menyerahkan. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia