Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemprov Ajukan 2.098 Formasi CPNS, Tes dan Seleksi Digelar Agustus

14 Juni 2019, 16: 15: 04 WIB | editor : Wijayanto

BUKA SELEKSI: Sejumlah peserta yang lolos seleksi CPNS Pemprov Jatim menunggu SK yang dibagikan di JX International pada akhir April lalu. Pemprov berencana akan menggelar seleksi CPNS pada tahun 2019 ini.

BUKA SELEKSI: Sejumlah peserta yang lolos seleksi CPNS Pemprov Jatim menunggu SK yang dibagikan di JX International pada akhir April lalu. Pemprov berencana akan menggelar seleksi CPNS pada tahun 2019 ini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kabar gembira bagi para fresh graduate. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bakal menggelar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Anom Surahno mengatakan, saat ini pihaknya baru menaikkan surat kepada Sekretaris Daerah Pemprov Jatim terkait formasi. Ada 2.098 formasi yang diajukan.

“Selain itu, kami juga ajukan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB),” ujar Anom Surahno.

Formasi itu berdasar zero growth, yakni jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun pada tahun 2019. Posisi yang ditinggal para pegawai yang pensiun itulah yang akan diisi rekrutan baru.

“Tergantung Menpan RB akan menentukan formasi mana yang akan dibuka untuk Jatim. Setelah itu baru kita adakan tes CPNS,” ujarnya.

Ribuan formasi yang diajukan itu belum tentu disetujui seluruhnya. Anom mencontohkan, BKD Jawa Timur pada 2018 mengajukan 2.242 formasi ke Kementerian PAN RB. Namun, yang disetujui hanya 2.065 formasi. Sedangkan yang diterima 1.964 formasi. Adapun yang mendaftar sebanyak 63 ribu orang.

“Kemungkinan Agustus nanti pendaftaran seleksi tes CPNS akan kita buka. Dan, tes seleksi CPNS baru akan diselenggarakan pada Oktober mendatang,” katanya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kabiro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Jatim mengatakan, formasi yang diajukan tersebut masih didominasi oleh guru. Total sekitar 500 formasi. Disusul tenaga kesehatan.

“Meskipun tahun lalu formasi dokter spesialis tidak ada yang mengisi, namun tahun ini kita mengajukan 154 formasi,” ungkapnya.

Anom mengatakan, tes CPNS ini akan digelar bersamaan dengan tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dengan komposisi 70 persen tes CPNS dan 30 persen PPPK.  Tes yang dilakukan secara bersamaan ini terkait anggaran dan Kemenpan RB.

“Tes PPPK bukan untuk umum, tapi mereka yang sudah menjadi pegawai non-PNS yang database-nya sudah ada di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Menpan RB. Mereka yang memenuhi syarat pengangkatan dari tenaga honorer menjadi PPPK melalui tes. Yakni K2 dan penyuluh pertanian,” paparnya.

Anom mengatakan, untuk tes PPPK pihaknya menyediakan kuota 888 guru. Sedangkan penyuluh pertanian ada 88 formasi. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia