Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sering Terjadi Kecelakaan, Pemkot Pasang Rambu dan Marka di Jalan MERR

14 Juni 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ANTISIPASI: Pengendara roda dua dan empat melintasi speed trap yang terpasang di Jalan MERR, Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (13/6).

ANTISIPASI: Pengendara roda dua dan empat melintasi speed trap yang terpasang di Jalan MERR, Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (13/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di Jalan Middle East Ring Road (MERR) 2C Gunung Anyar. Terbaru, pengendara motor diseruduk mobil di jalan yang baru diresmikan itu. Satu korban tewas di tempat. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga sering menerima laporan dari warga adanya aksi kebut-kebutan di MERR.

Kepala Badan Perencanaan Kota (Surabaya) Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya seegra berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk melakukan kajian dan penambahan marka jalan. Eri juga mengimbau warga lebih berhati-hati di jalan raya. 

“Kalau pengendara taat lalu lintas dan memahami rambu-rambu yang ada, tidak akan terjadi kecelakaan,” kata Eri Cahyadi.

Eri menyebut tingkat kepatuhan warga terhadap lalu lintas di perkotaan masih sangat lemah. Jalan MERR tersebut dibangun untuk memperlancar dan mengurai volume kendaraan di jalan utama tengah kota. Namun, malah disalahgunakan untuk warga sebagai ajang kebut-kebutan.

“Di luar negeri, kalau aturan kecepatannya 50 km/jam maka tidak ada yang berani melebihi kecepatan itu. Mungkin denda tilangnya besar. Saya rasa dishub sudah memberi tanda peringatan, tapi kadang arek enom-enom iku di gawe trek-trekan,” urainya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, pihaknya telah menambah marka jalan dan rambu lalu lintas berupa Marka Pita Penggaduh. Tujuannya untuk membuat pengemudi lebih meningkatkan kewaspadaan menjelang titik rawan kecelakaan.

“Pita penggaduh ini berupa bagian jalan yang dibuat secara tidak merata dan melintang jalan. Tebalnya 10-40 mm pada jarak yang berdekatan. Jadi, kalau ada mobil atau motor yang melintas akan diingatkan dengan getaran dan suara yang ditimbulkan,” papar Irvan.

Dishub Surabaya juga menambah beberapa papan rambu lalu lintas batas kecepatan 40 km/jam di setiap titik jalan MERR 2C. Juga ada satu unit speed camera untuk mendeteksi kecepatan kendaraan, pemindai wajah pengemudi, dan plat nomot kendaraan.

“Sementara kami tambah speed camera di satu titik. Kalau CCTV sudah banyak di sepanjang MERR,” pungkasnya. (gin/rek)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia