Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Prof Nasih: Masuk FK Unair Bayar Rp 1 Miliar, Itu Hoaks

13 Juni 2019, 17: 32: 04 WIB | editor : Wijayanto

INFORMASI: Calon mahasiswa, Nessy Anggun (kanan), mencari informasi pendaftaran mahasiswa Unair melalui jalur mandiri, di Unit Layanan Terpadu Unair, di gedung rektorat kampus C

INFORMASI: Calon mahasiswa, Nessy Anggun (kanan), mencari informasi pendaftaran mahasiswa Unair melalui jalur mandiri, di Unit Layanan Terpadu Unair, di gedung rektorat kampus C (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

surabaya  - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sudah dibuka mulai 10 Juni hingga 24 Juni. Selain membuka pendaftaran lewat SBMPTN, Universitas Airlangga (Unair) juga akan membuka pendaftaran jalur Mandiri yang dimulai 13 Juni hingga 24 Juni. Untuk jalur Mandiri ini Unair akan menerapkan ujian tulis dan skor nilai UTBK.

Sampai hari kedua SBMPTN di Unair, Persaingan untuk menjadi mahasiswa Unair pun diprediksi akan berlangsung cukup ketat. Bahkan, ada beberapa jurusan yang tingkat persaingannya cukup tinggi lantaran ramai peminat.

Berdasarkan data tahun lalu, pendaftar di program studi (Prodi)  Sosial dan Humaniora (Soshum) paling banyak memilih jurusan Manajemen. Selanjutnya, disusul dengan Ilmu Administrasi Negara, Psikologi, Hubungan Internasional lalu Ilmu Komunikasi. Untuk jurusan yang sepi peminat di Prodi Soshum yakni Ilmu Sejarah, Antropologi hingga Ilmu Informasi dan Perpustakaan.

Sementara untuk pendaftar di Prodi Bidang Sains dan Teknologi (Saintek), pendaftar paling banyak mengambil jurusan Teknik Lingkungan, disusul dengan Kedokteran, Sistem Informasi, Tekno Biomedis hingga Gizi. Sedangkan untuk jurusan yang sepi peminat di Prodi Saintek yakni Matematika, Kimia, dan  Fisika.

Rektor Unair Prof M Nasih menyarankan para calon mahasiswa agar lebih bijak dalam menentukan jurusan yang dipilihnya. Selain mempertimbangkan nilai, calon mahasiswa juga perlu melihat persaingan di jurusan tersebut.

"Karena  nilai UTBK nya sudah keluar, pilihan-pilihannya mesti disesuaikan dengan nilai yang ada. Jangan memaksakan kehendak, kalau memang nilainya nggak nutut karena percuma saja," kata Prof Nasih saat ditemui di Unair Kampus C Surabaya, Selasa (11/6).

Prof Nasih mencontohkan pada jurusan kedokteran misalnya, persaingan memang cukup ketat. Terlebih dalam kedokteran, mahasiswa yang nilainya benar-benar tinggi yang bisa lolos.

"Sebagaimana diketahui untuk yang di Unair kita punya beberapa beberapa kluster prodi, yang kalau kita bilang peringkatnya itu yang tingkat nilainya berbeda-beda, mulai dari yang sekadar cukup sampai dengan yang sangat tinggi. Misalnya FK, FKG itu adalah mereka-mereka yang nilainya lebih besar," tambahnya.

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan kesempatan pada calon mahasiswa yang memiliki nilai pas-pasan. Selain jalur Mandiri, ada beberapa jalur lain yang bisa dicoba. "Di Unair tidak melulu hanya menggunakan nilai UTBK, yang pertama adalah bahwa Unair akan juga memprioritaskan mereka-mereka yang bidik misi," kata Prof M Nasih.

Unair telah menambah kuota bidik misi yang sebelumnya hanya sekitar 700 menjadi lebih dari 1.000 mahasiswa. Itu untuk membantu para mahasiswa yang memiliki semangat tinggi untuk belajar namun tak memiliki biaya kuliah.

Pada kesempatan itu Rektor Unair Prof M Nasih juga membantah kabar Uang Kuliah Awal (UKA) untuk jalur Mandiri tertinggi yang mencapai Rp 1 miliar di Fakultas Kedokteran. Menurutnya, UKA tertinggi hanya Rp 99 juta.

Sedangkan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) jalur SBMPTN dibagi menjadi beberapa golongan. Misalnya pada mahasiswa Kedokteran, UKT pada golongan I berkisar antara Rp 0-500 ribu hingga Rp 2,4 juta. Sementara di golongan II, UKT mahasiswa senilai Rp 10 juta, golongan III sebesar Rp 15 juta hingga golongan IV senilai Rp 25 juta.

Sedangkan untuk jalur Mandiri, UKS tertinggi ada di Fakultas Kedokteran yang mencapai Rp 15 juta, dan UKA  sampai Rp 99 juta. Nasih membantah kabar yang kerap beredar bahwa Unair mematok Rp 1 Miliar untuk biaya jalur mandiri di Fakultas Kedokteran.

"Ada di Mandiri Fakultas Kedokteran, Uang Kuliah Semester (UKS)-nya Rp 15 juta, UKA maksimal Rp 99 juta. Itu (Unair mematok Rp 1 Miliar) dipastikan hoaks dan ilegal," tegas Nasih. Bahkan, Nasih menyebut  tahun lalu, Unair menerima UKT tertinggi hanya Rp 75 juta untuk fakultas kedokteran. Nasih mengakui memang ada calon mahasiswa yang bersedia membayar UKT di atas itu, namun mahasiswa tersebut tidak lolos lantaran nilainya kurang.

Nasih menyebut untuk jalur Mandiri, uang  bukan jaminan utama. Tetapi harus diikuti dengan nilai yang cukup agar bisa diterima. Sementara jika ada pihak-pihak yang menawarkan jasa masuk Unair dengan sejumlah uang, Nasih menegaskan mereka bukan bagian dari Unair.

"Di Unair tidak ada biaya tambahan apapun untuk masuk jalur Mandiri dan tidak perlu lewat calo ini itu, tidak ada agen. Kalau ada yang bilang bisa beli jawaban, itu bohong. Lha wong sampai sekarang soalnya saja belum dibikin kok," pungkasnya. (rmt/rak)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia