Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polda Tahan 9 Tersangka Pembakar Mapolsek Tambelangan

13 Juni 2019, 17: 13: 08 WIB | editor : Wijayanto

DIRINGKUS: Tiga dari sembilan tersangka kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Madura yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim.

DIRINGKUS: Tiga dari sembilan tersangka kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Madura yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA  - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) kembali menangkap tiga tersangka pembakar dan penjarahan Mapolsek Tambelangan, Polres Sampang.  Ketiga tersangka, Satiri, Bukhori alias Tebur, dan Abdul Rahim. Semuanya warga Tambelangan, Sampang, Madura. Dengan ditangkapnya ketiga tersangka, total Polda Jatim sudah menahan 9 tersangka pembakaran.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ketiga tersangka sudah ditahan. Mereka terbukti turut serta melakukan perusakan, pembakaran dan penjarahan.  "Total sampai hari ini, sembilan tersangka pembakaran penjarahan Mapolsek Tambelangan sudah ditahan," ujar Barung.

Kasubdit I Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Suryono menambahkan, ketiga tersangka memiliki peran yang sama. "Tersangka turut melakukan pelemparan menggunakan batu dan pengerusakan," ungkap Suryono kepada awak media.

Polisi dengan dua melati di pundaknya itu melanjutkan, ketiga tersangka itu termasuk 21 nama yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO). Mereka sebelumnya menyerahkan diri ke Mapolres Sampang. "Ini masih ada 13 orang lagi. Diharapkan segera menyerahkan diri sesuai instruksi Kapolda," tegasnya. 

Selain menangkap ketiga tersangka, polisi juga menyita barang bukti batu yang digunakan melempari kantor Mapolsek Tambelangan dan Handphone (HP). 

Seperti diketahui, Mapolsek Tambelangan Polres Sampang diserbu puluhan massa Rabu malam (22/5). Mereka melempari mapolsek dengan batu dan molotov. Hingga akhirnya kantor ludes terbakar. Selain itu pelaku juga menjarah alat komunikasi dan laptop milik kantor. Motif pembakaran tersebut, diduga karena massa kesal karena menerima informasi jika warga Madura banyak yang ditangkap saat aksi 22 Mei 2019 di Jakarta.(rus/rud). 

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia