Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

WOW! Pendapatan Industri Game Capai Rp 13 Triliun per Tahun

13 Juni 2019, 15: 20: 30 WIB | editor : Wijayanto

KIAN DIMINATI: Badan Ekonomi Kreatif terus mendorong kinerja industri kreatif di Indonesia, khususnya pada sektor industri game dengan menggelar Bekra

KIAN DIMINATI: Badan Ekonomi Kreatif terus mendorong kinerja industri kreatif di Indonesia, khususnya pada sektor industri game dengan menggelar Bekraf Game Prime 2019 yang merupakan ajang industri game terbesar di Indonesia. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus mendorong kinerja industri kreatif di Indonesia, khususnya pada sektor industri game. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan INSIDEA untuk menggelar Bekraf Game Prime 2019. Event industri game terbesar di Indonesia ini akan kembali untuk penyelenggaraan keempatnya.

Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari mengatakan, industri game di Indonesia terus berkembang dengan jumlah gamer sebanyak 43,7 juta. Jumlah tersebut semakin bertambah seiring melambungnya popularitas e-sport di Indonesia.

Berdasarkan data terbaru dari Newzoo, pendapatan dari industri game di Indonesia mencapai USD 879,7 juta atau senilai Rp 13 triliun di tahun 2018. Hal itu juga menjadikan Indonesia sebagai pasar game terbesar ke-16 di dunia. "Nah, tugas Badan Ekonomi Kreatif adalah membangun ekosistem ekonomi kreatif, dan industri game adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas," terangnya.

Menurut Hari, game bukan hanya sekadar entertainment, melainkan dapat menjadi alat edukasi, periklanan bahkan bisa membantu pengembangan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk membantu game developer dan publisher lokal agar bisa menaikkan market share untuk game developer lokal melalui event BEKRAF Game Prime 2019.

"Event ini menjadi ajang berkumpulnya para developer, publisher, investor dan consumer game di Indonesia. Bekraf menangani dari hulu ke hilir salah satunya untuk industri game. Saya berharap produk-produk game lokal dapat berkembang cepat mengikuti tren dan bersaing sampai ke tingkat global," urainya.

Selain itu, Hari juga menambahkan, berdasarkan survei dari AppAnnie dan Newzoo menyatakan bahwa augmented reality (AR), virtual reality (VR), mixed reality (MR), e-sports dan serious games adalah masa depan industri game yang bisnisnya tumbuh dengan cepat dan terus membesar dari tahun ke tahun.

"Oleh karena itu, Bekraf Game Prime 2019 diharapkan dapat menjadi tolak ukur bagi industri game Indonesia dan Asia Tenggara, dan membantu para pelakunya untuk berkompetisi di pasar global," tegasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia