Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Momen Lebaran, Arus Uang Keluar Jatim CapaI Rp 4,48 Triliun

13 Juni 2019, 15: 17: 03 WIB | editor : Wijayanto

KONTRIBUTOR:Transaksi e-toll cukup tinggi saat momen lebaran.

KONTRIBUTOR:Transaksi e-toll cukup tinggi saat momen lebaran. (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (Jatim) mencatatkan adanya pergerakan uang kartal yang tinggi pada saat sebelum dan setelah Lebaran tahun ini. Bahkan setelah Lebaran ini diperkirakan inflow atau pergerakan uang yang masuk ke BI melalui kegiatan penyetoran jauh lebih tinggi dibandingkan outflow atau uang yang keluar dari BI melalui kegiatan penarikan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim Yudi Harymukti menambahkan, pada sebelum Lebaran kemarin, Jatim mengalami net outflow atau aliran uang yang keluar lebih banyak timbang yang masuk. Mengacu pada data BI per 20 Mei 2019, tercatat ada arus uang yang keluar sebesar Rp 4,48 triliun, sedangkan arus yang masuk hanya Rp 2,5 triliun.

Dari data tersebut, pada sebelum Lebaran Jatim mencatat net outflow sebesar Rp 1,98 triliun. Kemudian setelah Lebaran, diperkirakan kondisi itu berbalik, sehingga aliran yang masuk jauh lebih tinggi dibandingkan uang yang masuk atau net inflow. ''Perkiraan kami, net inflow ini bisa berlangsung dalam 2-3 bulan setelah Lebaran,'' terangnya.

Menurutnya, kondisi tersebut terutama disebabkan Jatim sebagai pusat kegiatan ekonomi. Di mana terdapat industri maupun aktivitas ekonomi lain. ''Jadi di sini banyak pengusaha dan eksportir. Lalu ada pegawai asal Jatim di luar provinsi yang mengirim uangnya ke rekeningnya di Jatim, juga orang luar Jatim yang berbelanja di sini,'' imbuhnya.

Pada data yang sama, Juni 2018 lalu atau saat menjelang Lebaran tercatat ada Rp 7,2 triliun arus kas keluar dan Rp 8,1 triliun arus kas masuk, sehingga Jatim mengalami net inflow sebesar Rp 9 miliar. Kemudian setelah Lebaran pada Juli 2018, Jatim mencatat net inflow lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Yakni kas keluar sebesar Rp 2,5 triliun, sedangkan kas masuk sebesar Rp 6,7 triliun, sehingga net inflow sebesar Rp 4,2 triliun.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah menuturkan, pasca lebaran ini pihaknya melihat tingginya pergerakan uang yang masuk. Menurutnya, hal tersebut terlihat dari arus kunjungan masyarakat ke Jatim. Terutama ditopang dengan infrastruktur jalan tol, sehingga meningkatkan konektivitas antar daerah.

''Jalan tol sudah tersambung, sehingga beberapa tempat kian ramai. Seperti di tempat wisata di Batu yang saya kunjungi lalu, hampir semua plat mobil dari berbagai daerah ada di sana,'' katanya.

Tidak hanya uang kartal, transaksi non tunai juga diklaim berjalan lancar selama libur Lebaran. Khususnya transaksi di area jalan tol. ''Karena masyarakat sekarang makin mengerti, sebelum masuk jalan tol, mereka mengecek saldo kartu e-toll terlebih dulu,'' lanjutnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia