Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pemkab Lakukan Upaya Pengembangan Kampung KB di Ngingas

13 Juni 2019, 15: 11: 36 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Kampung KB Ngingas Waru

Ilustrasi Kampung KB Ngingas Waru (NET/INFOPUBLIK)

Share this      

SIDOARJO - Kabupaten Sidoarjo hingga saat ini terus melakukan upaya pengembangan terhadap kampung Keluarga Berencana (KB). Bahkan di Desa Ngingas Kecamatan Waru saat ini sudah mengalami perkembangan yang cukup siginifikan. Setidaknya ada 43 kampung KB, terhitung sejak dicanangkan sejak Januari 2016 lalu.

Kepala Dinas P3A KB Sidoarjo dr Ika Harnasti mengatakan, kampung KB sendiri meruapakan integrasi dari kegiatan yang digelar setiap bulannya dari Program Kependudukan, KB dan Pembangaunan Keluaga (KKBPK) dengan program pembagunan lainnya seperti Dinkes, Kemenag dan Diknas.

Salah satunya adanya kelompok kerja (Pokja) Kampung KB. Dalam kegiatan ini, mereka akan membahas segala hal yang timbul dari kegiatan atau program KKBPK serta beberapa program pembangunan lainnya. Pesertanya pun, kata Ika beragam. Mulai dari OPD KB lintas sektor, camat hingga kade. “Termasuk juga PLKB, PKK, PPKBD, sub PPKBD dan anggota kelompok kerja lainnya,” katanya.

Tak hanya itu, mereka juga menggelar pertemuan forum musyawarah desa kampung KB. Forum tersebut membahas rencana teknis dalam membangun pemahaman yang sama, serta penguatan dukungan setiap kegiatan yang digelar di Kampung KB. Dia mengatakan, setiap kegiatan yang dilakukan tersebut digelar di kecamatan.

Pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi setiap kegiatan Kampung KB. Termasuk melakukan identifikasi setiap masalah yang timbul dan mencari solusinya. Beberapa di antaranya seperti camat hingga perangkat desa melakukan pembinaan PPKBD dan Sub PPKBD. “Termasuk melakukan pembinaan terhadap kelompok Tri Bina, yaitu kelompok yang berbasis BKB, BKR, BKL,” jelasnya.

Tujuannya adalah menurunkan total fertility rate (TFR), meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi, menurunkan Unmetneed, hingga menurunnya angka kelahiran pada remaja usia 15 hingga 19 tahun. Tak hanya itu, kegiatan itu juga untuk menurunkan kehamilan yang tidak diiginkan pada usia 15 sampai 49 tahun. “Yang paling penting nantinya setiap kampung KB ada pembentukkan PIK Remaja berbasis masyartakat,” terangnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia