Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Kloter Awal Berangkat 21 Juli

1.060 CJH Sidoarjo Ikuti Manasik Tahap Pertama

13 Juni 2019, 15: 04: 33 WIB | editor : Wijayanto

1.060 CJH Sidoarjo Ikuti Manasik Tahap Pertama

SIDOARJO - Sebanyak 1.060 calon jamaah haji (CJH) Sidoarjo mengikuti pembekalan manasik haji tahap pertama di ballroom gedung serbaguna di Jalan Veteran, Rabu (12/6). Setidaknya ada dua pembekalan yang diberikan. Di antaranya, pembekalan keagamaan dan pembekalan sistem perjalanan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo Achmad Rofii mengatakan, total jamaah haji asal Sidoarjo yang dipastikan berangkat berjumlah 2.171 orang. Rofii mengatakan, Sidoarjo menjadi penyangga dari Surabaya. Biasanya, jumlah kloter Sidoarjo berjumlah 6 kloter.

Namun karena pada tahun ini menjadi penyangga dari Surabaya, maka kloter Sidoarjo menjadi terpencar. Setiap kloternya ada yang berjumlah 38 CJH hingga  28 CJH. “Sebab bercampur dengan calon jamaah haji daerah lain,” katanya. Sehingga, jumlah kloter di Sidoarjo jumlahnya semakin besar. Setidaknya untuk tahun ini berjumlah 10 kloter.

Dia melanjutkan, dalam 2.171 CJH Sidoarjo, terdapat dua CJH yang dipastikan tidak bisa berangkat. Salah satunya lantaran ada yang meninggal dunia saat hendak melunasi. Akhirnya digantikan oleh sang suami.

Sementara satu sisanya terkendala kesehatan lantaran mengidap gagal ginjal. Hal itu berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh dinas kesehatan. Bagi pengidap gagal ginjal penggantian cuci darah yang ada di Arab Saudi bukan lagi keputusan Kemenag RI. akan tetapi merupakan keputusan Arab Saudi. “Sementara Arab Saudi melarang jamaah haji melakukan cuci darah di sana,” terangnya. 

Sebenarnya, kata Rofii, CJH tersebut terlihat sehat. Namun lantaran divonis memiliki gagal ginjal maka hal itu tidak memenuhi persyaratan haji. Terkait persiapan keberangkatan CJH nantinya, Sidoarjo merupkan satu-satunya daerah yang terhitung sangat siap dalam melakukan biometrik.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengimbau agar seluruh CJH dapat mengikuti petunjuk yang diberikan oleh panitia penyelenggara manasik haji. Sehingga mereka tidak merasakan adanya hambatan saat pelaksanaannya. Tak hanya itu, mereka juga diminta untuk menjaga hubungan baik dengan sesama CJH.  “Yang paling penting lagi menjaga kesehatan serta kebugaran jasmaninya,” katanya

Hal itu dirasa sangat penting untuk dilakukan, mengingat pelaksanaan ibadah haji cukup menguras tenaga. Untuk itu, sejak keberangkatan hingga setibanya kembali ke Indonesia, setiap CJH diharapkan dalam keadaan sehat. “Berdoa dan bertafakkur harus dilakukan,” tambahnya.

Rencananya, kloter pertama akan mulai diberangkatkan pada tanggal 21 Juli nanti. Kemenag juga sudah menyiapkan tenaga kesehatan sebanyak 15 orang yang bertugas menjaga kesehatan CJH. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia