Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Inilah Kronologi Mega Korupsi YKP yang Merampas Aset Pemkot

13 Juni 2019, 14: 28: 46 WIB | editor : Wijayanto

DISITA: Tim penyidik Kejati Jatim mencari bukti dugaan korupsi.

DISITA: Tim penyidik Kejati Jatim mencari bukti dugaan korupsi. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kasus korupsi YKP pernah beberapa kali mencuat. Bahkan pada 2012, DPRD Kota Surabaya pernah melakukan hak angket dengan memanggil semua pihak ke DPRD.

Saat itu pansus hak Angket memberikan rekomendasi agar YKP dan PT Yekape diserahkan ke Pemkot Surabaya. Karena memang keduanya adalah aset Pemkot Surabaya. Namun pengurus YKP menolak menyerahkan.

Pendirian Yayasan Kas Pembangunan (YKP) itu dibentuk oleh Pemkot Surabaya tahun 1951. Seluruh modal dan aset awal berupa tanah sebanyak 3.048 persil tanah berasal dari Pemkot. Yaitu tanah negara bekas Eigendom verponding.

Bukti YKP itu milik Pemkot sejak pendirian ketua YKP selalu dijabat rangkap oleh Wali Kota Surabaya. Hingga tahun 1999 dijabat Wali Kota Sunarto. Karena ada ketentuan UU No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah dimana Kepala Daerah tidak boleh rangkap jabatan, akhirnya tahun 2000, Wali Kota Sunarto mengundurkan diri dan menunjuk Sekda Yasin sebagai ketua YKP.

Namun tiba-tiba tahun 2002, Wali Kota Sunarto menunjuk dirinya lagi dan sembilan pengurus baru memimpin YKP. Sejak saat itu pengurus baru itu mengubah AD/ART dan "memisahkan" diri dari Pemkot. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia