Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Box Culvert Manukan-Sememi Ditarget Tuntas November 2019

13 Juni 2019, 14: 13: 22 WIB | editor : Wijayanto

DIKEBUT: Sejumlah kendaraan bermotor melintas tak jauh dari proyek box culvert di kawasan Tandes, Surabaya.

DIKEBUT: Sejumlah kendaraan bermotor melintas tak jauh dari proyek box culvert di kawasan Tandes, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pemasangan box culvert sisi Manukan-Sememi rampung sebelum musim hujan. Pelaksana proyek diminta mempercepat pengerjaan proyek infrastruktur di kawasan Surabaya Barat itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi menyebut proyek ini multiyears hingga 2020. Namun, dia meminta pelaksana proyek untuk menyelesaikan pemasangan box culvert sebelum November 2019. Sebab, kalau musim hujan, airnya tidak bisa ditampung sehingga bisa meluber ke mana-mana.

“Makanya, teman-teman pelaksana proyek sudah menyiapkan pengerjaan box culvert itu sampai titik yang sudah ditentukan. Meskipun tidak tertutup, tapi sudah harus terpasang. Sehingga, kalau musim hujan, airnya tetap bisa mengalir lancar,” kata Eri saat sidak di lokasi proyek box culvert di Manukan-Sememi.

Eri mengaku masih akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan kapan puncak musim hujan tahun 2019 ini. Apabila deras-derasnya hujan pada bulan Oktober, maka pelaksana proyek harus menuntaskan pemasangan box culvert itu pada akhir September. “Insya Allah, bisa dikerjakan kalau pemasangan box culvert-nya saja,” ujarnya.

Eri menjelaskan, proyek box culvert di jalur ini merupakan proses panjang yang dilakukan Pemkot Surabaya. Proyek box culvert ini membentang dari Girilaya hingga tuntas di kawasan Benowo. Rinciannya, di Girilaya-Banyu Urip sepanjang 852 meter dibangun tahun 2009 dengan menggunakan APBD. Banyu Urip Lor 2-Simo Pomahan sepanjang 1.520 meter dibangun tahun 2010 dengan APBD. Simo Pomahan-Simo Jawar sepanjang 650 meter dibangun tahun 2011 dengan APBD.

“Kemudian, dari Simo Jawa-Margomulyo sepanjang 2.988 meter dibangun pada tahun 2012-2014 menggunakan dana APBN. Selanjutnya, Margomulyo-Kali Balong sepanjang 500 meter yang dibangun tahun 2015 juga menggunakan APBN. Sisanya sampai sekarang menggunakan APBD,” urainya.

Lalu, box culvert di sisi Babat Jerawat sepanjang 600 meter dibangun tahun 2016 dengan APBD. Kemudian dari Kandangan ke Babat Jerawat sepanjang 2.400 meter dibangun pada 2017-2018 dengan APBD. Sedangkan yang dikerjakan tahun ini hingga 2020 di sisi Manukan-Banjar Sugihan sepanjang 1.000 meter juga menggunakan APBD. Termasuk pula dari Banjar Sugihan-Sememi sepanjang 1.300 meter juga menggunakan APBD.

“Jadi, total yang digarap tahun 2019-2020 dari Manukan-Sememi sepanjang 2.300 meter. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 139 miliar lebih,” katanya.

Tahun depan, Pemkot Surabaya masih akan melanjutkan proyek box culvert ini di sisi Babat Jerawat-Benowo sepanjang 2.100 meter. Khusus sisi ini, anggarannya belum ada karena masih akan direncanakan tahun depan.

“Total secara keseluruhan proyek box culvert dari Girilaya-Benowo sepanjang 13.910 meter menelan anggaran Rp 762 miliar. Dana itu berasal dari APBD Rp 472 miliar lebih dan APBN sebesar Rp 290 miliar lebih,” ungkapnya.

Eri menambahkan, setiap proyek infrastruktur pasti akan menimbulkan dampak seperti kemacetan dan ketidaknyaman warga. Karena itu, dia berharap masyarakat bisa bersabar karena manfaat proyek itu untuk kenyamanan masyarakat juga. “Ayo saling support antara pemerintah dan masyarakat. Kita bisa bersinergi sehingga pembangunannya bisa lebih cepat,” ujarnya.

Eri juga memastikan bahwa hingga saat ini proyek box culvert Manukan-Sememi sudah berjalan sesuai dengan skedul yang dibuat oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan. Dia berkomitmen untuk terus memantau proyek tersebut supaya bisa rampung sesuai jadwal. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia