Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Suroboyo Bus Mampu Hasilkan APBD lewat Botol Plastik Bekas

13 Juni 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

KURANGI SAMPAH: Petugas memilah sampah botol plastik Suroboyo Bus di Terminal Purabaya, Rabu (12/6).

KURANGI SAMPAH: Petugas memilah sampah botol plastik Suroboyo Bus di Terminal Purabaya, Rabu (12/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

MARGOMULYO – Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya telah melakukan lelang sampah plastik yang dihasilkan dari Suroboyo Bus selama dua tahun terakhir. 

Kepala Bappeko Surabaya Ery Cahyadi mengatakan, sampah botol plastik tersebut telah dilakukan pelelangan secara terbuka oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Sampah yang terkumpul selama April 2018 – Januari 2019 itu sebanyak 39 ton botol plastik, dan menghasilkan sebesar Rp 150 juta dari hasil lelang.

“Lelangnya dimenangkan oleh PT Langgeng, insyaallah dalam waktu dekat ini sisa-sisanya akan kami lelang lagi. Karena ini masuk kekayaan daerah jadi pelelangannya melalui DJKN,” kata Ery, Rabu (12/6).

Dengan adanya Suroboyo Bus selama dua tahun terakhir, dinilai Ery sangat ampuh untuk pengurangan sampah plastik dan mengurai kepadatan lalu lintas di Surabaya. Selain itu, Suroboyo Bus juga dapat menambah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Laki-laki yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) tersebut juga menjelaskan, hasil dari pelelangan sampah itu nantinya akan dimasukkan terlebih dahulu ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kemudian melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) barulah masuk ke APBD hingga dibelanjakan kembali untuk kebutuhan pemkot Surabaya.

“Dengan hasil tersebut nanti akan kami kaji lagi apakah perlu tidaknya penambahan Suroboyo Bus di Surabaya. Karena ini bermanfaat untuk pendapatan daerah juga,” jelasnya.

Wacana akan ditambahnya Suroboyo Bus ini, pihaknya juga mengimbau pada masyarakat agar senantiasa memanfaatkan alat transportasi yang telah disediakan pemkot. Secara tidak langsung jumlah transportasi pribadi akan berkurang dan beralih ke transportasi masal. Tentunya ke depan Bappeko juga tidak hanya menambah jumlah armada Suroboyo Bus, tetapi juga akan menambah fasilitas yang ada dalam bus tersebut. Agar minat masyarakat menggunakan alat transportasi semakin meningkat.

“Penambahan itu pasti ada, insyaallah, bila Suroboyo Bus ini benar-benar efektif, maka akan kita kaji lagi untuk penambahan bus hingga ke pelosok-pelosok Surabaya. Jalurnya juga akan kita tambah. Karena saat ini juga banyak keluhan menunggu bus yang terlalu lama. Kita bingung apakah menambah bus apakah menambah rute, nah ini nanti kita koordinasikan juga ke Dishub. Dalam kajiannya ini tahun 2020,” urainya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia