Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pemadaman Bergilir Ganggu Aktivitas Warga Bawean

12 Juni 2019, 18: 47: 27 WIB | editor : Wijayanto

RUSAK:  Salahsatu mesin pembangkit di PLTD rusak hingga menyebabkan pemadaman listrik bergilir di seluruh Pulau Bawean.

RUSAK: Salahsatu mesin pembangkit di PLTD rusak hingga menyebabkan pemadaman listrik bergilir di seluruh Pulau Bawean. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

BAWEAN – Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN terus menuai protes masyarakat. Pemadaman itu membuktikan kinerja PT PLN di Pulau Bawean tidak profesional dan amatiran.

Warga Bawean meminta PLN segera memperbaiki mesin PLTD, karena pemadaman bergilir membuat aktivitas perekonomian mereka terganggu

Ketua LSM Forum Kota,  Musa mendesak PLN bisa memperbaiki kinerjanya. “Seharusnya PLN punya mesin cadangan sehingga kalau ada kerusakan tidak sampai mengganggu distribusi listrik,” ujar Musa, saat dikonfirmasi.

Menurut Anggota DPRD Gresik terpilih dari Partai Nasdem ini, listrik sudah menjadi kebutuhan utama. Sehingga, kalau ada gangguan jelas sangat merugikan. “Sehari mati saja sudah sangat mengganggu. Apalagi ini rencananya sampai satu minggu,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Fenny, Humas PT PLN Distribusi Jawa Timur membenarkan jika peralatan di mesin 10 10 cummin berdaya 500kW  terjadi kerusakan pada Minggu (9/6) lalu. Kondisi ini mengakibatkan Bawean kekurangan pasokan atau defisit sekitar 150 - 200 kW.

Dengan mempertimbangkan waktu beban puncak, serta dikarenakan proses perbaikan membutuhkan waktu untuk mendatangkan spare part pengganti, maka PLN Bawean mengeluarkan  surat pemberitahuan pemadaman bergilir untuk mengatasi defisit daya tersebut.

“Hal ini dilakukan untuk mengamankan sistem kelistrikan di Bawean agar tidak terjadi pemadaman yang lebih meluas,” ujarnya. 

Namun, setelah dilakukan perbaikan sejak 11 Juni tidak ada lagi pemadaman bergilir. Pihaknya mengoptimalkan kapasitas mesin melalui pola operasi maksimal.

“Kami juga sudah mendatangkan spare part dari Kupang. Kami berharap penggantian spare part bisa dilakukan tiga hari ke depan,” imbuhnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia