Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Momen Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Premium Terkerek Naik

12 Juni 2019, 17: 55: 14 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Penjualan mobil bekas premium di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami pergerakan yang positif selama momen Lebaran yang baru saja usai. Salah satu faktor pendorongnya yaitu telah cairnya tunjangan hari raya (THR) sehingga berdampak pada tingginya minat beli konsumen untuk belanja kendaraan mewah.

Branch Manager BMW Astra International Yopi Antonio S. mengatakan, penjualan BMW bekas area Jatim khusus di bulan Ramadan ini berhasil mengalami pertumbuhan hingga 50 persen di banding bulan biasanya. Bahkan angka tersebut diprediksi dapat semakin meningkat lagi.

"Rata-rata konsumen yang membeli BMW second adalah kalangan entry level yang ingin naik kelas. Maksudnya, orang-orang yang awalnya terbiasa menggunakan mobil Jepang ingin upgrade pakai mobil Eropa," ujarnya.

Menurut Yopi, ada beberapa pertimbangan pelanggan sehingga lebih suka membeli mobil mewah bekas. Salah satunya karena harga mobil bekas premium lebih murah ketimbang kendaraan baru. Selain itu, used car bisa langsung siap pakai. Artinya, ketika konsumen telah melakukan transaksi, langsung mendapat STNK beserta BPKB. Sehingga bisa langsung dikendarai di jalan. Berbeda dengan mobil baru yang harus memerlukan waktu sekian lama untuk mengurus surat-surat kendaraan. "Apalagi kalau mobil barunya impor, bisa sampai tiga bulan pembuatan STNK-nya," jelasnya.

Namun demikian, di kuartal pertama tahun ini angka sales mobil BMW baru di Jatim justru mengalami penurunan sekitar 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Menurut Yopi, banyak faktor yang mempengaruhinya. Seperti faktor politik yang membuat masyarakat wait and see untuk membelanjakan uangnya.

Selain itu juga karena ada beberapa konsumen yang tidak mau inden. "Contohnya produk kami yang X3 itu masih inden. Ada pelanggan yang ingin barangnya ready stock, nggak mau nunggu," terangnya.

Meskipun begitu, pihaknya tetap meyakini penjualan mobil premium di Jatim masih memiliki ceruk pasar yang besar untuk digarap. Sebab, penggunaan mobil mewah di kalangan masyarakat Jatim, terutama Surabaya, kini sudah menjadi lifestyle. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia