Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Semester Pertama, Kunjungan Mal di Jatim Meningkat

12 Juni 2019, 17: 48: 09 WIB | editor : Wijayanto

RAMAI: Pengunjung memadati salah satu pusat perbelanjaan di pusat kota Surabaya.

RAMAI: Pengunjung memadati salah satu pusat perbelanjaan di pusat kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tren kunjungan pada pusat perbelanjaan atau mal di Jawa Timur (Jatim) selama semester pertama tahun ini dinilai mengalami peningkatan. Hal ini didorong adanya pergeseran perilaku konsumen, dimana mayoritas masyarakat saat ini pergi ke mal untuk leisure.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jatim Sutandi Purnomosidi mengatakan, gaya hidup yang modern dinilai mampu mempengaruhi orang untuk stay lebih lama di dalam mal. Selain itu juga banyak masyarakat yang saat ini lebih senang melakukan meeting dan entertainment di dalam mal. Sehingga, pihak pusat perbelanjaan dituntut untuk terus melakukan berbagai inovasi yang mampu memberikan experience bagi pengunjungnya.

Di sisi lain, masing-masing mal juga memiliki pangsa pasar masing-masing dengan primary catchment area sekitar radius 5 kilometer. "Jadi masing-masing pengelola harus mencoba memahami karakter pengunjungnya masing-masing dan mencoba memberikan service terbaik mereka," terangnya kepada Radar Surabaya, Selasa (11/6).

Menurut Sutandi, saat ini leisure and experience memang menjadi alasan orang pergi ke mal, disamping tujuan utamanya untuk berbelanja. Hal ini dibuktikan dengan adanya event Late Nite Shopping yang diselenggarakan di Tunjungan Plaza bulan Mei kemarin yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Surabaya bahkan Jatim, juga banyak menarik masyarakat dari luar. "Seperti masyarakat dari Solo, Yogyakarta, bahkan Semarang," ujarnya.

Selain itu, Sutandi juga mencatatkan adanya tren pertumbuhan retail yang cukup baik di Surabaya sampai dengan bulan Mei 2019 kemarin. Menurutnya, untuk departemen store bisa tumbuh hingga 8 persen.

Sedangkan untuk food and beverage (F&B) berkisar 15 persen. "Terutama menjelang dan saat Lebaran kemarin, jumlah pengunjung bisa naik sekitar 25 persen dari pengunjung 2018 di periode yang sama," urainya.

Direktur Marketing Pakuwon Group itu juga mengungkapkan, tingkat kunjungan mal di Tunjungan Plaza pada hari normal rata-rata mencapai 7.000 unit per hari mobil parkir untuk weekday, dan 13.000 unit per hari untuk weekend. "Itu belum ditambah pengunjung yang naik taksi online seperti Grab itu average bisa 86.000 unit per bulan bisa mampir menurunkan penumpang di TP," ujarnya.

Jumlah rata-rata kunjungan di TP tersebut sebelumnya sudah meningkat 25 persen. Setelah hadirnya mal tambahan, yakni TP 5 dan TP 6. Sebelum ada mal tambahan tersebut, tingkat kunjungan weekday hanya 9.000 unit mobil per hari dan weekend ada 12.000 unit per hari.

Sementara untuk Pakuwon Mall dan Pakuwon Trade Center (PTC) tingkat kunjungannya bahkan lebih banyak sekitar 15.000 - 22.000 unit mobil yang parkir per hari. Kondisi ini terjadi lantaran lokasi Pakuwon Mall sangat dekat dengan kawasan perumahan sehingga lalu lintas kunjungannya lebih ramai. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia