Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Usai Divonis Setahun, Dhani Minta Dikembalikan ke LP Cipinang

12 Juni 2019, 08: 01: 52 WIB | editor : Wijayanto

VONIS: Musisi dan politisi Ahmad Dhani saat menjalani sidang dengan agenda putusan di kantor Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (11/6).

VONIS: Musisi dan politisi Ahmad Dhani saat menjalani sidang dengan agenda putusan di kantor Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (11/6). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Sidang perkara ujaran kebencian yang menyeret terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo mencapai klimaks. Musisi kelahiran Surabaya tersebut divonis bersalah oleh mejelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (11/6). Suami Mulan Jameela itu diganjar dengan hukuman 1 tahun penjara.

Sidang yang digelar di ruang Cakra PN Surabaya itu mendapatkan pengawalan ketat polisi. Setidaknya ada sekitar 349 personel diterjunkan untuk mengamankan sidang vlog idiot tersebut. Tak hanya itu, untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, sejumlah personel ditempatkan di sejumlah titik dengan dibekali senjata gas air mata.  

Sekitar pukul 11.00, terdakwa Ahmad Dhani tiba di ruang sidang. Jadwal sidang memang dimajukan dari sebelumnya pukul 13.00. Dengan kepala plontos dan setelan hem warna coklat, pentolan Dewa19 itu lantas masuk ke ruang persidangan. Kemudian ia duduk di kursi pesakitan sambil mendengarkan sejumlah pertimbangan yang disampaikan oleh majelis hakim.  

Setelah itu, pembacaan vonis dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriyono. Dalam amar putusan, Ahmad Dhani dinyatakan bersalah dengan melanggar Pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Dengan menimbang fakta persidangan, terdakwa dinyatakan bersalah dan menjatuhkan pidana selama satu tahun penjara," ujarnya.

Vonis ini terbilang lebih ringan dari tuntutan JPU Rakhmad Hary Basuki yang menuntut Ahmad Dhani dengan tuntutan penjara selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun). Dalam pertimbangan hakim, hal yang meringankan terdakwa adalah bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan.

Sedangkan hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak menyesali perbuatannya dan perbuatan terdakwa membuat saksi merasa terhina. “Selain itu, sebagai calon legislatif harus memberi contoh yang patut kepada masyarakat,” terangnya.

Menanggapi putusan ini, Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya Aldwin Rahadian menegaskan akan mengajukan banding. Sedangkan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

Dhani mengatakan ada tiga hal yang membuat ia mengajukan banding. Pertama adalah fakta persidangan bahwa majelis hakim mengabaikan saksi ahli pembuat UU ITE yang menyatakan bahwa ada subjek hukum yg menjadi korban adalah orang per orangan bukan lembaga hukum ataupun apapun.

"Ya ini adalah saksi ahli yang membuat UU ITE. Ini adalah saksi ahli yg mengetahui syarat hukumnya apa. Kemarin bersaksi pada majelis hakim harus ada subjek hukum, sehingga tidak saling mereka-reka," ujar Dhani.

Kedua, saksi ahli dari JPU sendiri yaitu ahli pidana Yakobus menyatakan perkara ini adalah pasal 315. Hal ini berbeda dengan menuduhkan sesuatu. Adapun ketiga, masih kata Dhani, dimana ada fakta yang disembunyikan.

"Yang melaporkan saya adalah pelaku persekusi dan kemarin di dalam fakta persidangan mereka adalah pelaku persekusi. Jadi tiga hal inilah yang menurut saya disembunyikan daripada fakta persidangan," lanjutnya. 

Terpisah, usai vonis dijatuhkan, Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya ingin kembali ke LP Cipinang di Jakarta Timur dimana dia juga harus menjalani vonis setahun dalam perkara yang lain.

Namun tampaknya keinginan itu harus tertunda beberapa hari. Sebab, jaksa mengaku masih memerlukan waktu untuk mengurus kepindahannya.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Richard Marpaung mengatakan bahwa Dhani tidak otomatis bisa langsung balik ke Rutan Cipinang di Jakarta Timur setelah pembacaan vonis di PN Surabaya. "Kami perlu persiapan untuk pemindahan yang bersangkutan," ujarnya.  

Dikonfirmasi persiapan apa saja yang diperlukan untuk pemindahan politisi Partai Gerindra itu, Richard mengatakan, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Ia mencontohkan perlunya koordinasi antara Rutan Medaeng, tempat Ahmad Dhani saat ini ditahan dengan Rutan Cipinang di Jakarta  Timur sebagai tempat yang dituju nantinya. Selain itu, dari pihaknya (jaksa) juga memerlukan persiapan administratif dan personel.

"Harus ada koordinasi dulu antara Rutan Medaeng dengan Rutan Cipinang. Terus juga perlu persiapan personel kami untuk melakukan pengawalan. Belum lagi akomodasinya juga. Intinya gak bisa langsung," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat vlog yang dibuat di Hotel Majapahit beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani dilaporkan oleh sejumlah orang yang tergabung dalam Koalisi Bela NKRI. Mereka melaporkan pentolan grup band Dewa19 itu ke polisi, lantaran mengunggah vlog yang intinya menyebut mereka sebagai idiot. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia