Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Mantan Petinju Pro Peras Pengusaha, Korban Disekap Diperas Rp 20 Juta

12 Juni 2019, 10: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIKAWAL KETAT: Sejumlah orang yang diantaranya merupakan mantan petinju nasional Anis Roga digiring memasuki mobil tahanan.

DIKAWAL KETAT: Sejumlah orang yang diantaranya merupakan mantan petinju nasional Anis Roga digiring memasuki mobil tahanan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Setelah keluar penjara tahun 2016 lalu, Mantan petinju profesional Stanislaus Koska Rani alias Anis Roga kembali berurusan dengan polisi. Dia ditangkap karena terlibat penyekapan dan memeras Jimmy Wijaya, bos salah satu pengembang perumahan di daerah Menganti.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti menjelaskan penyekapan itu terjadi pada akhir April lalu. Saat itu, korban didatangi di rumahnya oleh Anis roga bersama tujuh rekannya. Kedatangan preman berbadan kekar tersebut untuk menagih utang kepada korban.

”Korban punya hutang Rp 1,3 miliar kepada bos yang memerintahkan mereka,” ungkap Bima Sakti.

Meski rumah korban dikunci, namun para pelaku meminta korban keluar dari rumahnya. Korban yang saat itu ketakutan akhirnya keluar. Kemudian, korban dibawa ke kantornya di kompleks Graha Family. Di kantor tersebut, korban dipaksa menandatangani surat pernyataan. Isinya terkait pembayaran utang senilai miliaran rupiah.

“Korban sempat menolak surat pernyataan itu. Sebab, tidak ada uang sebanyak itu untuk diserahkan. Hingga akhirnya, korban diancam akan dihajar jika tidak mau menyetujui pernyataan tersebut, korban disekap,” kata Bima.

Penyekapan hampir terjadi selama 12 jam lebih. Korban baru dilepaskan setelah memberikan uang Rp 20 juta kepada para tersangka. Menurut Bima, uang itu diminta sebagai mahar agar korban bisa pulang ke rumah.

“Korban pun sepakat, namun ia meminta waktu untuk pulang dan mengambil uang itu,” terangnya.

Uang itu diberikan lewat Agus, salah satu pegawai korban yang juga saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Di tempat itu juga, uang senilai Rp 20 juta tersebut dibagi orang delapan. Setelah itu, korban diperbolehkan pulang. “Setelah itu, korban melaporkan kasus ini,” tukas Bima.  

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, para pelaku ditangkap di tempat berbeda. Ada yang ditangkap di rumah, ada pula yang ditangkap di jalan.  Hampir semuanya melakukan perlawanan. Bahkan anggota sempat dihajar balik saat proses penangkapan.

“Meski demikian, anggota berhasil melumpuhkan para preman bayaran itu dan ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Sudamiran.

Mantan Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim itu menyatakan proses pemeriksaan saksi sudah dirampungkan. Koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) telah dituntaskan. Pekan lalu, berkas perkara sudah dinyatakan sempurna (P21).

“Kedelapan tersangka sudah kami kirim ke kejaksaan untuk melalui proses sidang,” pungkasnya. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia