Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Dispendukcapil Siap Operasi Yustisi

Urban Serbu Sidoarjo, Taman dan Waru Jadi Favorit Pendatang

12 Juni 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

RUTIN: Dua anggota Satpol PP saat memeriksa identitas penghuni kos di Spande, Kecamatan Candi, beberapa waktu lalu.

RUTIN: Dua anggota Satpol PP saat memeriksa identitas penghuni kos di Spande, Kecamatan Candi, beberapa waktu lalu. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Libur Lebaran telah usai, arus mudik dan balik pun sudah selesai. Biasanya, setelah libur Lebaran, ada perubahan jumlah penduduk. Di Sidoarjo, jumlah penduduk cenderung bertambah usai Lebaran. Sebab ada beberapa pendatang baru yang masuk ke Kota Delta.

Penambahan jumlah penduduk ini memang tidak bisa dihentikan. Apalagi Sidoarjo memiliki daya tarik tersendiri sebagai kota industri. Namun Pemkab tidak bisa membiarkan pendatang baru yang tidak memiliki kompetensi. Dikhawatirkan nantinya akan menambah angka kemiskinan atau bahkan menambah angka kriminalitas.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemkab sudah menyiapkan operasi yustisi. Digelar rutin setelah Lebaran dan tahun baru. Sebab di dua waktu itu banyak penduduk yang datang ke Sidoarjo.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo akan melaksanan operasi yustisi bulan depan. Tujuannya untuk mendata dan membina penduduk baru yang banyak berdatangan pasca Lebaran.

Kepala Dispendukcapil Medi Yulianto mengatakan, operasi yustisi lebih efektif dilakukan bulan depan. "Di bulan ini kan masih suasana Lebaran. Mereka banyak alasan karena masih musim liburan," terangnya. 

Setiap tahunnya, kecamatan Taman dan Waru menjadi favorit tujuan bagi para penduduk baru. Sebab di dua kecamatan tersebut sebagai wilayah industri, yang juga berdekatan dengan Surabaya sebagai kota terbesar di Jawa Timur. 

Penduduk baru seperti itu, sengaja datang ke kota industri yang sudah berkembang untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak dari sebelumnya. Selain Surabaya, Sidoarjo menjadi ladang subur untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Dengan standar upah tertinggi kedua di Provinsi Jawa Timur, menjadikan Sidoarjo tujuan mencari rejeki. 

Operasi yustisi kependudukan ini, akan menggandeng Satpol PP, lurah, camat, danramil, dan Polsek setempat. 

Saat operasi yustisi berlangsung, penduduk baru tersebut wajib menunjukkan surat-surat seperti Kartu Keluarga (KK), buku nikah bagi pasangan suami istri, dan surat pengantar dari desa asal. "Jika ada surat yang tidak lengkap, kami minta mereka kembali. Bisa ke Sidoarjo lagi, syaratnya harus bawa dokumen itu," imbuhnya. 

Medi menegaskan, bagi penduduk yang telah tinggal lebih dari enam bulan di Sidoarjo untuk segera pindah domisili secara resmi menjadi warga Sidoarjo. "Jangan nunggu bertahun-tahun. Lurah dan camat harus aktif turun ke warga," pintanya. (rpp/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia