Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Tingkatkan Penjaminan Kredit, Jamkrindo Perkuat Sinergi dengan BUMN

12 Juni 2019, 06: 03: 40 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) tahun ini terus berupaya meningkatkan program Sinergi BUMN, seperti yang diharapkan oleh pemerintah.

Upaya ini dilakukan sebagai salah satu strategi peningkatan penjaminan di tahun 2019. Terutama untuk wilayah Jawa Timur.

Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkrindo Amin Mas’udi di sela Safari Ramadan di Surabaya, pekan lalu, menjelaskan, pihaknya tidak hanya fokus melayani UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) saja. Tapi juga BUMN yang membutuhkan penjaminan.

“Bentuknya ya Sinergi BUMN itu. Sesama BUMN harus saling membantu untuk kemajuan bersama,” ungkap Amin.

Lebih lanjut ia mengatakan, di Jawa Timur, Sinergi BUMN sudah dilakukan dengan banyak perusahaan plat merah. Di antaranya dengan Petrokomia, Semen Gresik, PT PAL, Pelindo III dan masih banyak lagi. “Rata-rata hampir semua BUMN lah. Di Jawa Timur ini kan banyak BUMN. Hampir semua BUMN, kita menjalin kerjasama,” lanjutnya.

Lebih jauh Amin menjelaskan, tahun ini total target penjaminan sebanyak Rp 200 triliun. Jumlah itu sudah gabungan dengan Jamkrindo Syariah. “Kalau Jamkrindo saja, targetnya tahun ini sekitar Rp 178 triliun. Sisanya lewat Jamkrindo Syariah,” ungkap Amin.

Hingga triwulan I, Amin menyebut jika realisasi penjaminan Jamkrindo senilai Rp 65 tiliun. Jumlah itu sudah masuk dalam target yang dibebankan.

Dari angka Rp 65 triliun itu, diakui Amin jika wilayah Jakarta masih mendominasi. Nilai penjaminan di wilayah ibu kota pada triwulan I sudah menembus angka Rp 17,6 triliun atau sekitar 27 persen dari total 65 triliun yang sudah realisasi. “Bagi kita, Jakarta memang yang terbesar,” sambungnya.

Bagaimana dengan Jawa Timur? Amin menjelaskan, dalam perkembangannya, angka penjaminan Jamkrindo di provinsi paling timur di Pulau Jawa ini terus mengalami peningkatan.

Sampai saat ini realisasinya sudah sekitar Rp 5,4 triliun. “Bagus perkembangannya. Ya pertumbuhannya sekitar 20 persen bila dibandingkan tahun lalu,” katanya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia