Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Masalah Gangguan Pencernaan Dominasi Pasien IGD

12 Juni 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Ilustrasi  Gangguan Pencernaan

Ilustrasi Gangguan Pencernaan (net)

Share this      

Beberapa tahun terakhir, penyakit akibat gangguan pencernaan mendominasi kunjungan IGD RSUD Dr Soetomo selama libur Lebaran. Tercatat dari tahun ke tahun, jumlah pasien dengan masalah pencernaan selalu tinggi. Mengalahkan jumlah kunjungan pasien karena kecelakaan. 

Penyakit-penyakit pencernaan yang sering diderita di antaranya dispepsia atau maag, gastritis dan beberapa penyakit pencernaan lain, seperti diare dan lain sebagainya. 

Berdasarkan data RSUD Dr Soetomo tahun 2017, pasien dispepsia sebanyak 179 pasien. Sementara pasien gastroenteritis dan infeksi kolitis dengan sebab yang tidak spesifik sebanyak 104 pasien. 

Di tahun 2018, jumlah kunjungan pasien juga tidak mengalami penurunan yang cukup signifikan. Yakni pasien dispepsia sebanyak 61 pasien dan gastroenteritis dan infeksi kolitis dengan sebab yang tidak spesifik sebanyak 67 pasien dan radang perut sebanyak 40 pasien. 

Sementara kunjungan pasien dengan gangguan pencernaan di tahun 2019, berdasarkan data yang dihimpun sejak tanggal 1 hingga 9 Juni tercatat, pasien gastritis sebanyak 31 pasien, dispepsia sebanyaj 51 pasien dan gastroenteritis dan infeksi kolitis dengan sebab yang tidak spesifik sebanyak 76 pasien. 

Humas RSUD Dr Soetomo dr Pesta Manurung menjelaskan, penyakit-penyakit ini datang salah satunya disebabkan oleh pola makan kurang baik. Sehingga, selain berdampak pada masalah percernaan, penyakit metabolik lain seperti penyakit ginjal kronis maupun diabetes melitus juga mendominasi kunjungan. "Sudah tiga tahun terakhir ini tren penyakit pencernaan tinggi. Kalau dulu yang tinggi penyakit akibat kecelakaan lalu lintas lebih banyak, sekarang terbalik," imbuhnya. 

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar sedini mungkin menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Memperbanyak asupan buah dan sayur juga menghindari makanan tinggi kolesterol. Kelola pikiran dan olahraga teratur juga penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat pasca lebaran. 

Disamping itu, Pesta juga menyayangkan masih adanya kunjungan IGD karena ledakan petasan atau mercon. Terhitung tahun ini terdapat 8 kunjungan IGD dengan pasien korban petasan dengan keadaan tangan yang hancur. "Kalau sudah begini yang rugi kan pasien sendiri, bolehlah merayakan lebaran, hanya saja cari cara yang aman, jangan bermain mercon," tukasnya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia