Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ditinggal Selingkuh, Resep Bakso pun Ikut Dicuri

12 Juni 2019, 01: 55: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Kalau kata pepatah Barat, live must go on. Sehancur apa pun perasaan setelah bercerai, perut tetap harus terisi. Popok anak tetap harus terbeli. Itulah yang (mungkin) membuat Karin kembali berdagang. Kali ini pakai resep mantan suami. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Namun agaknya, Donwori, 31, si mantan suami Karin, tak terima resepnya dipakai tanpa izin. Rasa tak terima itu Donwori sampaikan, kemarin (10/6), di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, saat menunggu sidang perceraian ketiganya.

Ceritanya, Karin menggugat cerai Donwori jauh sebelum Ramadan. Dari alasan yang disampaikan, ia mengaku tak tahan dengan sikap suaminya yang keras kepala. Apalagi ketika berbagi tugas bersama. Perlu diketahui sebelumnya, Donwori dan Karin adalah pasangan penjual bakso.

Namun di samping itu, Donwori yakin, istrinya punya alasan lain. Yang tak lain tak bukan karena kecantol dengan pria lain. Istilahnya, ada pria idaman lain (PIL) di kehidupan Karin. Kecurigaan Donwori cukup beralasan. Karena dua minggu saja setelah bercerai, Karin sudah gandengan dengan laki-laki baru.

Keduanya bahkan akhirnya membuka warung bakso baru. Bedebahnya, nama warung yang dipajang di banner pun provokatif, Bakso Anti Galau. Seakan Karin pamer kalau ia sudah move on dari Donwori. Bahkan, bakso yang disajikan pun meniru resep dari Donwori dulu. Dengan rasa yang sama plek. "Kok aku ngerti, ya aku ngongkon uwong mata-matai. Nuku dagangane," curhat Donwori. 

Bahkan mata-mata yang dikirim Donwori tak cukup satu orang. Tiga orang sekaligus! Ketiganya bahkan bergiliran setiap harinya memantau Karin. Ada yang datang siang, sore, dan malam. Untuk apa? Ya untuk mengecek seberapa enak dan murahnya bakso hasil masakan Karin. Seberapa ramai warungnya, juga seberapa mesra Karin dengan kekasih baru.

Namun kembali lagi, resep yang sama inilah yang Donwori permasalahkan. Karena setelah pisah rumah pun, Donwori tetap melanjutkan usaha baksonya. Eh lha sekarang diikuti Karin yang (menurutnya) licik. Pakai resep sama, tapi dengan harga lebih murah. "Yo lek ngunu iso terancam daganganku. Padahal iku ae aku oleh resepe soko berjuang pas joko, melu warunge arek Ngalam," lanjut Donwori. 

Wajar juga sebenarnya Donwori khawatir. Karena setelah bercerai, keduanya juga masih tetap menghirup udara di kecamatan yang sama. Sama-sama tinggal di Benowo. Tentu saja makin mudah mengecoh pembeli.

Orang-orang pasti berpikir, mau beli di Donwori atau Karin ya sama saja. "Wong saiki ae wes akeh pelangganku sing pindah nok baksone Karin. Yo goro-goro luweh murah kuwi," imbuhnya, sebal. 

Namun mau protes ya bagaimana. Nasi sudah menjadi bubur. Warung Karin juga sudah berdiri tegak, bahkan ramai pembeli. Meski sakit hati diselingkuhi, dicuri resepnya,  Donwori tak mau lagi bikin sensasi dengan ngamuk di warungnya Karin. Atau mengurus hak paten, repot.  Ia emoh rame. Mung iso nggrundel nok mburi. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia