Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Sidak Hari Pertama Kerja, Enam ASN Ketahuan Bolos

11 Juni 2019, 16: 27: 18 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi ASN

Ilustrasi ASN (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah membentuk dua tim untuk mengecek dan memantau Aparatur Sipil Negara (ASN) di hari pertama masuk kerja. Tujuannya untuk memastikan bahwa seluruh ASN di lingkungan pemkab Sidoarjo masuk.

Kepala Badan Kepegawaian Daehan (BKD) Sidoarjo Ridho Prasetyo mengatakan, pemantauan dua tim yang telah dibentuk tersebut masing-masing dari BKD dan Inspektorat. Kedua tim itu langsung melakukan sidak di dinas serta wilayah

Saat ditanya terkait prioritas pengecekan, Ridho mengatakan jika pengecekan ASN tersebut dilakukan di seluruh OPD yang ada. Sebab, ASN memang diwajibkan untuk masuk kantor dan langsung aktif bekerja sejak Senin (10/6) kemarin.

Jika nantinya, ada ASN yang kedapatan masig berkeliaran di mall-mall, pihaknya akan langsung melakukan pengecekan. Hal itu untuk memastikan apakah ASN tersebut bagian dari ASN di lingkungan pemkab Sidoarjo atau tidak. “Kita enggak tahu pakaian seragam memang dari Sidoarjo atau dari kota lain kan kita enggak tahu,” terangnya.

Dari hasil sidak yang dilakukan oleh kedua tim kemarin, setidaknya ada 6 ASN yang diketahui tidak masuk kerja di hari pertama dengan status tanpa keterangan (TK). Satu ASN di kecamatan dan 5 lainnya dari OPD. Sayangnya, Ridho enggan mneyebutkan instansi masing-masing ASN tersebut.

Ridho mengatakan setidaknya ada tiga jenis sanksi yang siap menunggu ASN yang terbukti melanggar. Ketiganya adalah sanksi ringan, sedang dan berat. Jika nantinya terdapat ASN yang tidak masuk kerja, pihaknya akan memastikan apakah ada surat keterangan atau justru tanpa keterangan.

Sehingga porsi sanksi yang akan diberikan akan menyesuaikan. Untuk kategori ringan, kata Ridho, absensinya mungkin hanya satu hari. Sanksinya bisa berupa teguran dari pimpinan masing-masing OPD. Sementara untuk ASN yang bolosnya agak lama dapat dikenai sanksi berat. Bahkan sanksi berat itu bisa berujung pemecatan. “Tapi kalau satu kan tidak mungkin ya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, bahwa pihaknya memang menyiapkan tim untuk melakukan pengecekan kehadiran ASN di hari pertama masuk kerja. Pengecekan tersebut salah satunya dilakukan oleh inspektorat. Jika nantinya terdapat ASN yang tidak dapat hadir namun dengan alasan yang tepat, pihaknya dapat memaafkan. “Tapi kalau tidak ada alasan, pasti nanti ada catatan tersendiri,” ujarnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia