Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Daging Ayam Jadi Pemicu Inflasi Bulan Mei

11 Juni 2019, 15: 52: 12 WIB | editor : Wijayanto

MOMEN TAHUNAN: Pedagang menata daging ayam dagangannya di lapak miliknya di Pasar Wonokromo, Surabaya. Daging ayam ras menjadi kontributor terbesar in

MOMEN TAHUNAN: Pedagang menata daging ayam dagangannya di lapak miliknya di Pasar Wonokromo, Surabaya. Daging ayam ras menjadi kontributor terbesar inflasi di Jatim bulan Mei. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) mencatatkan pada Mei 2019 Jatim inflasi sebesar 0,29 persen. Seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim mengalami inflasi. Sedangkan komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jatim bulan Mei 2019 ialah daging ayam ras, angkutan antar kota, dan apel.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono menuturkan, berdasarkan pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Mei 2019 di delapan kota IHK Jatim menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. Menurutnya, hal ini mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,29 persen, yaitu dari 134,80 pada bulan April 2019 menjadi 135,19 pada bulan Mei 2019.

"Inflasi Mei 2019 lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2018, dimana pada bulan Mei 2018 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Apabila dilihat tren musiman setiap bulan Mei selama sepuluh tahun terakhir (2010-2019), terjadi sembilan kali inflasi dan satu kali deflasi," terangnya di Surabaya, Senin (10/6).

Menurut Teguh, bulan Mei 2017 merupakan inflasi tertinggi, yaitu sebesar 0,48 persen. Adapun tiga komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi di bulan Mei 2019 ialah daging ayam ras, angkutan antar kota, dan apel.

Teguh menjelaskan, pada bulan Mei yang bersamaan dengan bulan Ramadan membuat permintaan daging ayam ras meningkat, hal ini membuat harga daging ayam ras merangkak naik. "Kenaikan harga ini membuat daging ayam ras menjadi komoditas utama pendorong inflasi," ujarnya.

Sementara, komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah tarif angkutan antar kota. Kenaikan tarif terjadi pada sepekan sebelum hari raya Idulfitri. Apel beserta beberapa komoditas buah-buahan lain juga turut mengalami kenaikan pada bulan ini.

Teguh menyampaikan, komoditas daging ayam ras menjadi pendorong utama terjadinya inflasi di hampir semua kota IHK di Jatim kecuali di Sumenep. Sedangkan komoditas angkutan antar kota menjadi pendorong utama terjadinya inflasi di Banyuwangi, Probolinggo, Madiun, dan Surabaya. "Kalau komoditas apel menjadi pendorong utama terjadinya inflasi di Banyuwangi, Kediri, Madiun, dan Surabaya," tuturnya.

Selain tiga komoditas utama pendorong inflasi di atas, komoditas lain yang juga mendorong terjadinya inflasi bulan Mei ialah gula pasir, telur ayam ras, kentang, cabai merah, kelapa, anggur, dan wortel. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia