Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Hindari Sulit Akses, Calon Mahasiswa Tak Perlu Buru-buru Daftar SBMPTN

10 Juni 2019, 16: 45: 28 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi SBMPTN

Ilustrasi SBMPTN (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Dr Ir Joni Hermana mengungkapkan  pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) sudah dibuka mulari hari ini, Senin (10/6) hingga Senin (24/6)  di laman pendaftaran-sbmptn.ltmpt.ac.id.  

Mantan Rektor ITS ini mengingatkan para calon mahasiswa yang mendaftar tidak perlu  tergesa-gesa mendaftar, karena diakses secara nasional mungkin website akan sulit dibuka.Namun, menurut Prof Joni  peserta SBMPN tidak perlu khawatir.

Yang pasti peserta harus memenuhi syarat dan ketentuan untuk mendaftar agar bisa lolos.  “Tidak perlu panik atau buru-buru mendaftar. Sebab pendaftaran masih panjang sekitar dua minggu,”urainya menanggapi kemungkinan sulitnya akses website di awal pendaftaran.

Ia menegaskan pendaftar yang sudah mendaftar duluan tidak berarti akan mendapat prioritas.

Pasalnya, pendaftaran tidak mengenal kuota jadi walalupun daftarnya paling akhir di program studi tertentu, tetap bisa masuk.

“Rekapitulasi nilai UTBK gelombang kedua juga sudah dikeluarkan sebagai acuan pendaftar untuk melihat posisi nilai UTBKnya secara nasional,” terangnya.  Menyadari posisi nilainya juga akan membantu memperkirakan prodi dengan keketatan tertentu yang bisa dipilih pendaftar.

Sementara itu, Ketua pusat UTBK Universitas Airlangga (Unair), Junaidi Khotib, Ph.D mengungkapkan yang perlu dicermati peserta UTBK  mendaftar di perguruan tinggi adalah sesuai dengan passion dan kemampuan.

“Untuk passing grade SBMPTN, Unair hanya bisa memberikan ilustrasi berdasarkan tahun 2018. Namun hal ini bukan menjadi acuan tetap penerimaan grade tahun ini, karena sistem UTBK yang baru membuat siapapun bisa melihat nilainya dan menentukan prodi yang dimungkinkan untuk dimasuki,” urainya.

Pada 2018 di Unair ada tiga cluster program studi (prodi) berdasarkan grade nilai yang diterima, baik Soshum maupun Saintek. Yaitu untuk bisa lolos prodicluster A nilai minimal 725, cluster B nilai minimal 625, dan cluster C nilai minimal 575.

Beberapa contoh cluster A diantaranyaProdi Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Akuntansi, Manajemen, Ilmu komunikasi, dan Sistem Informasi.  Sedangkan beberapa contoh cluster B diantaranya Ilmu Ekonomi, Ilmu Politik, Kimia, Fisika, dan Teknik Lingkungan. Terakhir cluster C diantaranya Antropologi dan Ilmu Sejarah.

Namun ia menegaskan, posisi prodi-prodi dalam cluster ini bisa naik dan turun, tergantung peminatan dan daya tampung. Hal ini juga yang menjadi alasan Unair sengaja tidak membuat tabulasi cluster-cluster ini di laman resminya.

“Nilai itu, diambil dari pengalaman SBMPTN pada tahun 2018. Tahun 2019 ini, kemungkinan ada geseran di masing-masing program studi. Namun, angka tersebut bisa menjadi acuan peserta yang akan mendaftar SBMPTN tahun ini,” lanjutnya.

Dalam penerimaan mahasiswa, masing-masing program studi memiliki spesifikasi tertentu.

Ia menegaskan calon mahasiswa harus mempertimbangkan betul nilai-nilai yang didapat dalam setiap sub-tes, sehingga sesuai dengan prodi yang dituju.

“Misalnya, untuk program studi kedokteran, nilai yang akan diambil adalah nilai potensi skolastik, biologi, kimia. Sementara untuk prodi ilmu komputer, nilai yang akan diambil adalah potensi skolastik, matematika, dan fisika. Ini sudah disepakati secara nasional,” urainya.

Semua peserta yang mendaftar SBMPTN, dikatakannya akan diranking secara nasional, dan ranking tertinggi pasti akan diambil sesuai kuota masing-masing program studi.

Selain itu, calon mahasiswa harus melihat data statistik nasional. Dengan statistik nasional bisa dilihat rata-rata nilai di tingkat nasional. Data tersebut  semua tersedia di website  LTMPT.(rmt/rak)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia