Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Komunitas Desak Kejelasan Status BCB Benteng Kedung Cowek

10 Juni 2019, 16: 29: 53 WIB | editor : Wijayanto

JELAS: Tim Cagar Budaya Pemkot Surabaya saat meninjau Benteng Kedung Cowek.

BELUM JELAS: Tim Cagar Budaya Pemkot Surabaya saat meninjau Benteng Kedung Cowek. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Komunitas pecinta sejarah Roodeburg Soerabaia dan perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gelar diskusi bersama mengenai kelanjutan dari nasib status Benteng Kedung Cowek. Yang mana terdapat isu, bahwa bangunan cagar budaya tersebut belum memiliki status jelas bangunan cagar budaya (BCB). 

Hal tersebut membuat komunitas sejarah di Surabaya ketar-ketir karena benteng kaya akan sejarah pertempuran masa lalu Kota Pahlawan tersebut beralih menjadi bangunan baru. Ketua sekaligus pendiri Komunitas Roodeburg Soerabia Ady Setiawan juga menyayangkan jika kepemilikan dari benteng bersejarah tersebut tak kunjung memiliki kejelasan. 

“Kami sudah melakukan berbagai kajian dengan pemkot, bahwa bangunan tersebut adalah tergolong bangunan cagar budaya. Itu sudah sejak Desember 2015. Jadi hingga saat ini bangunan tersebut belum ada status cagar budayanya,” kata Ady.

Seharusnya, setelah 30 hari pengajuan kajian bangunan cagar budaya, Benteng Kedung Cowek sudah harus memiliki status bangunan cagar budaya. Dalam waktu dekat, Ady berupaya untuk membuat petisi online dan menggali lagi bukti-bukti sejarah benteng tersebut untuk segera bisa menjadi bangunan berstatus cagar budaya. 

“Memang kepemilikan benteng ini nggak jelas ya, kemarin beberapa media besar menulis kalau benteng tersebut ditukar guling antara TNI AD dengan PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api), nah ini yang jadi pertanyaan. Tapi kenapa dari TNI AD sendiri belum ada konfirmasi terkait hal ini. Tapi balik lagi sebenarnya bukan dari hak milik, supaya bangunan ini tetap terjaga, karena dimiliki siapa pun tidak menjadi persoalan,” urainya.

Sementara itu, selaku perwakilan dari Pemkot Surabaya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi menjelaskan, bangunan tersebut di mata Pemkot Surabaya, Benteng Kedung Cowek memiliki potensi yang sangat besar untuk ikon wisata Kota Pahlawan. Jika dilihat dari sisi sistem perencanaan kota Surabaya, Benteng Kedung Cowek menjadi salah satu kawasan wisata terintegritas di pesisir Surabaya. 

“Perencanaan pengembangan wisata kawasan pesisir ini sangat banyak, mulai dari kawasan Gunung Anyar, Wonorejo, hingga kawasan Kenjeran, menjadi pendongkrak wisata dan perekonomian warga. Jadi ini menjadi sekuen yang bagus mengkaitkan satu wisata dengan wisata lainnya,” tuturnya. 

Selain itu, Musdiq juga mengatakan, sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menawarkan bangunan tersebut menjadi bangunan cagar budaya. Saat ini, pemkot juga sedang melakukan proses administrasi untuk menindak lanjuti benteng tersebut menjadi bangunan cagar budaya. 

“Komitmen ini sudah menjadi tekat Bu Wali untuk dijadikan bangunan cagar budaya, selain itu juga menjadi salah satu tempat wisata. Saya rasa beliau sudah menetapkan itu, bahkan Bu Wali sudah mempromosikan benteng ini hingga ke luar negeri juga. Jadi tinggal proses administrasi saja,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia