Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Selama Mudik dan Balik Lebaran, Penjualan Avtur Naik 22 Persen

10 Juni 2019, 13: 29: 55 WIB | editor : Wijayanto

SUDAH DIANTISIPASI: Mobil tangki avtur Pertamina tengah melakukan pengisian ke pesawat di Bandara Internasional Juanda.

SUDAH DIANTISIPASI: Mobil tangki avtur Pertamina tengah melakukan pengisian ke pesawat di Bandara Internasional Juanda. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Memasuki H+4 Lebaran, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V melalui unit operasi Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda Surabaya dan Ngurah Rai Bali mencatatkan adanya kenaikan penjualan avtur masing-masing sebesar 22 persen dan 4 persen dari rata-rata normal harian.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji mengatakan, di Bandara Juanda Surabaya, normalnya penyaluran avtur sebesar 970 Kilo Liter (KL) per hari dengan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 158 penerbangan.

Sedangkan sampai dengan H+4 Lebaran ini, rata-rata penyaluran avtur sebesar 1.030 KL per hari, dengan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 170 penerbangan. Angka tersebut naik sebesar 6 persen untuk volume penyaluran avtur dan 10 persen frekuensi penerbangan yang dilayani selama Lebaran.

"Puncaknya di Surabaya terjadi kenaikan penjualan avtur paling signifikan sebesar 22 persen pada H-6 Lebaran, atau pada tanggal 30 Mei 2019. Pada hari itu penyaluran avtur mencapai 1.180 KL dengan jumlah frekuensi penerbangan yang dilayani sebanyak 203 penerbangan," terangnya dalam keterangan resmi di Surabaya, kemarin.

Sedangkan di Bandara Ngurah Rai Bali, lanjut Rustam, normalnya penyaluran avtur berkisar 2.450 KL per hari. Sampai dengan H+4 Lebaran ini, rata-rata penyaluran avtur berkisar 2.550 KL per hari atau naik sebesar 4 persen.

Sedangkan dengan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 206 penerbangan, atau naik 13 persen dari biasanya sebanyak 183 penerbangan. Kedua DPPU baik Juanda maupun Ngurah Rai sudah mempersiapkan diri melayani arus balik yang puncaknya kemarin (9/6).

"Tim Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) yang terus beroperasi sampai H+15 Lebaran selalu memonitor kondisi di lapangan, saat ini dapat dipastikan stok mencukupi untum melayani arus balik Lebaran," imbuh Rustam.

Adapun terkait penyaluran BBM, berdasar evaluasi Tim Satgas RAFI 2019 Pertamina MOR V, peningkatan penyaluran BBM tertinggi di Jatim terjadi pada H-4. Penyaluran Gasoline pada hari tersebut meningkat 37 persen hingga 17.640 KL dari kondisi normal 12.900 KL per hari. Peningkatan penyaluran Gasoline cukup tinggi juga terjadi pada H-6 menjadi sebesar 17.000 KL atau meningkat 32 persen.

"Tingginya jumlah pemudik yang menggunakan jalur darat, berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan BBM terutama di wilayah mudik. Namun, hal ini sudah diantisipasi oleh Pertamina dengan melakukan penambahan titik-titik layanan BBM," tuturnya.

Sebelumnya, Pertamina memprediksi terjadi kenaikan konsumsi di Jatim sebesar 12 persen untuk produk Gasoline selama masa Satgas, dan mengantisipasi peningkatan konsumsi Gasoline pada puncak arus mudik hingga 41 persen. Selanjutnya, Rustam menuturkan, pihaknya telah melakukan persiapan untuk mengantisipasi arus wisata dan arus balik.

Beberapa hal yang dilakukan adalah melakukan build up stock SPBU, khususnya SPBU Toll Jalur B (Surabaya arah ke Ngawi) serta SPBU di daerah Wisata. "Pertamina juga memberikan fasilitas kredit kepada SPBU dengan term of payment sampai dengan tiga hari," ujarnya.

Pertamina memprediksi puncak arus balik terjadi pada hari Sabtu-Minggu tanggal 8-9 Juni 2019 dan puncak berikutnya di 15-16 Juni 2019. "Kami mengimbau, kepada para wisatawan dan masyarakat yang akan melakukan perjalanan balik, untuk mengisi penuh BBM di lokasi awal, untuk menghindari kepadatan pengisian BBM di rest area," tutup Rustam. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia