Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Melempem, Pilih Duda Beranak Dua Rajin Bekerja

10 Juni 2019, 12: 56: 18 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Menjadi janda dua kali membuat Karin, 36, kebal. Dituduh tukang selingkuh, istri durhaka atau penggoda, Karin bergeming. Kalau kata Karin, “Sak karepmu. Gak tak reken.”

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Jauh sebelum libur panjang Lebaran, Karin mendaftarkan perceraian keduanya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Kala itu ia datang sendiri. Tak ditemani keluarga atau anak, seperti orang bercerai yang lain. Mungkin dia memegang prinsip: dewean wae tatag. 

Tak seperti yang lain, Karin juga nampak tak bingung dengan prosedur pengurusan cerai. Ya mungkin karena ini bukan kali pertamanya mengajukan cerai. Ia sudah pengalaman. Pembawaannya pun tenang. Setelah menyerahkan berkas-berkasnya, ia duduk di salah satu bangku kosong yang alhamdulillahnya, berada di samping Radar Surabaya. 

Kenapa alhamdulillah? Karena tanpa ditanya, Karin bersedia panjang lebar bercerita. Tentu diawali dengan basa-basi singkat. "Aku diilokno koyo opo wes kebal. Ra ngurus. Pokoke aku gak koyo ngunu," ujar Karin berapi-api. 

Sikap masa bodoh Karin ini cukup beralasan. Setelah perpisahannya dengan Donwori ini, ia memang sering dihujat tetangga. Bahkan keluarganya sendiri ikut menghujat. Hujatan itu datang seiring dengan tuduhan Karin makar (semoga bisa pakai istilah ini) atau dengan kata lain, selingkuh. Karin kecantol pria lain.

Sebut saja pria barunya Karin ini bernama Donjuan. Karin kenal dengan Donjuan lewat Facebook. Donjuan merupakan duda satu anak asal Lamongan. Pria inilah yang akhirnya memenangkan hati Karin. 

Perkenalan Karin dengan Donjuan memang terjadi pada saat ia masih berstatus istri Donwori. Itulah mengapa banyak spekulasi yang muncul. Mengatakan Karin kepincut laki-laki lain,sehingga tega meninggalkan Donwori. Bahkan ada satu yang membuat telinganya sedikit geli. Ia dikatai kena guna-guna Donjuan, sampai lupa dengan anak dan suami. "Ono, tonggoku situk sing lambene torah. Jarene akeh saiki kasus penipuan lewat FB, lanangane mlarat ra nduwe opo-opo terus sengojo nggaet bojone uwong. Aku ngene iki salah satu korbane, jare," cerita Karin, gemas. 

Padahal menurut pengakuan Karin, cintanya kepada Donjuan ini alami saja. Bukan karena guna-guna seperti yang dituduhkan. Kata Karin, Donjuan ini begitu perhatian. Rajin bekerja juga meski bukan pegawai. Jauh berbeda dengan Donwori. 

Karin sendiri mengaku kalau ia bukan selingkuh. Karin membenarkan, kalau selama masih menjadi istri Donwori, ia kerap chatting-an dengan Donjuan. Tapi tak pernah bertemu. Yang seperti itu baginya bukan selingkuh. Karin sendiri baru berani ketemuan dengan pujaan hati pertama kalinya setelah ia pisah rumah dengan Donwori. "Ancene aku dewe sing moro nak Lamongan. Soale anake loro, sekalian nyanbangi," paparnya, membeberkan bukti kalau ia tak bersalah. 

Karin sendiri mengaku, masalah utama dalam keluarganya adalah kemalasan. Selama ini, memang Karin yang menjadi tulang punggung dalam keluarga. Sementara suaminya hanya pekerja bangunan panggilan yang akan bekerja ketika ada yang membutuhkan. Selebihnya, ia menganggur di rumah. Inilah yang ia (coba) permasalahkan. "Wes gak kuat, Mbak, 16 taon ambek wong lanang mlempem," ujarnya kepada Radar Surabaya. 

Ibu dua anak ini mengaku lelah. Puluhan kali ia mendorong Donwori untuk maju. Dengan menambah penghasilan dengan jadi driver ojek lah, usaha-usaha online lah. Atau mungkin budi daya ikan atau jamur, juga sudah ia sarankan. Hanya saja Donwori tetap mlempem. Alasannya, kalau tidak capek ya takut bangkrut. Yang bagi Karin hanya ditanggapi dengan kernyitan dahi. Capek ngapaiiin?

Karena suami mlempem ini juga memmbuat cinta Karin mlempem. Bahkan demi melancarkan perceraiannya, Karin akan mengaku selingkuh jika ditanyai oleh hakim. Bahkan, ia sudah menyiapkan seorang saksi yang tidak lain adalah ibunya sendiri, yang sejak awal memang tak suka dengan Donwori.

"Cek cepet. Lek aku alasan ekonomi, pasti dipersulit lah. Kok gak wingi-wingi lek memang masalahe ekonomi. Wes tiwas kedawan lakon, tak alasan selingkuh ae beres," imbuhnya. Menunjukkam lagi bahwa ia janda berpengalaman. "Ngunu, Mbak, bojoku yo ra tanggung jawab. Tak jak pisah iki yo aku mbayar dewe. Ora gelem kono mbayari," pungkas perempuan asal Sawahan ini kesal.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia