Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Istri Selingkuh, Suami Gantung Diri Usai Bunuh Istri

10 Juni 2019, 12: 34: 44 WIB | editor : Wijayanto

TRAGIS: Petugas mengevakuasi mayat Sumardi.

TRAGIS: Petugas mengevakuasi mayat Sumardi. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Bingkai rumah tangga Sumardi, 56, dan Rumiyah, 54, berakhir tragis. Pasangan suami istri (pasutri) asal Mojokerto yang ngekos di Jalan Kupang Gunung Timur Gang IV Nomor 30, Surabaya, itu ditemukan tewas, Minggu (9/6).

Keduanya ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tragis. Rumiyah tewas di kamar dengan kondisi bersimbah darah, sedangkan Sumardi ditemukan mati gantung diri.

Tewasnya pasutri tersebut kali pertama ditemukan oleh Ratnawati, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari TKP.

Sekitar pukul 06.00, saksi melihat Sumardi tewas dengan cara gantung diri di gawang pintu masuk rumah kosnya. Saat ditemukan, Sumardi mengenakan sarung dan kaos serta lehernya terlilit tali jemuran warna biru.

Melihat kondisi korban, Ratnawati pun histeris dan melapor ke ketua RT setempat, Sugo Topan. Saat itu, Ratnawati tak mengetahui jika Rumiyah juga tewas. Warga mengetahui jika pasutri itu tewas setelah tim dari linmas dan Inafis Polrestabes Surabaya tiba di lokasi.

“Setelah mayat Sumardi dievakuasi, petugas masuk ke dalam kamar. Rupanya di sana istri Sumardi (Rumiyah, Red) juga ditemukan tewas,” ungkap Topan.

Namun, berbeda dengan Sumardi yang tewas gantung diri, tubuh Rumiyah ditemukan tak bernyawa dalam kondisi terlentang bersimbah darah di lantai kamar. Tak jauh dari tubuh korban, polisi mendapati adanya sebuah batu yang berlumuran darah. Setelah diamati, Rumiyah mengalami luka di pelipis kanan dan kiri korban.

Tak hanya itu. Mulut korban juga tersumpal oleh kain dan bantal. Di dua benda itu, petugas juga menemukan bercak darah. Diduga, Rumiyah tewas setelah dipukul dengan bongkahan batu yang ditemukan tak jauh dari tubuh korban.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 06 Sugo Topan mengungkapkan, pasutri Sumardi dan Rumiyah baru dua bulan menghuni rumah kos di Kupang Gunung Timur IV/30, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Mereka tinggal tanpa izin dirinya selaku ketua RT.

"Kedua korban baru tinggal dua bulan. Mereka belum izin saat tinggal di kos itu," kata Topan kepada wartawan.

Topan menyayangkan pemilik rumah kos yang tidak melaporkan pasutri itu sebagai penghuni baru. "Kalau ada kejadian begini gimana? Pemiliknya tinggal di Rungkut," ujar Topan.

Salah seorang saksi, Tatik, juga membenarkan jika Sumardi dan Rumiyah belum lama tinggal di rumah kos tersebut. Dia mengaku tidak mendengar atau melihat suami istri itu cekcok sebelum keduanya ditemukan tewas.

"Tidak ada (cekcok). Yang perempuan baru satu minggu pulang dan satu minggu ini datang. Jadi, kami di sini tidak tahu masalah keluarga mereka," ujar Tatik. (yua/rek)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia