Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pembatasan Mobil Barang Berakhir Nanti Malam

10 Juni 2019, 11: 32: 34 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SIDOARJO – Pembatasan mobil barang yang melintas di ruas jalan tol dan jalan nasional akan berakhir hari ini (Senin, 10/6) sekitar pukul 24.00. Pembatasan mobil barang sendiri dilakukan pada arus mudik dan arus balik.  Untuk arus mudik dilakukan sejak 30 Mei hingga 2 Juni. Sementara untuk arus balik dilakukan mulai 8 Juni hingga 10 Juni.

Kasi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Arie Prabowo mengatakan, pembatasan mobil tersebut dilakukan untuk 4 jenis kendaraan. Di antaranya, mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, bahan tambang serta bahan bangunan. “Sesuai edaran menhub, untuk bahan galian seperti tanah, pasir dan batu juga dilarang,” katanya.

Aturan tersebut tidak berlaku untuk mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau gas, barang impor ekspor, air minum kemasan, ternak, pupuk, hingga barang bahan pokok seperti beras, tepung, jagung dan sebagainya.

Untuk ruas jalan tol yang menjadi titik pembatasan mobil barang, beberapa di antaranya untuk ruas jalan tol Mojokerto-Surabaya dan Surabaya-Gempol. Sementara untuk ruas jalan nasional, untuk wilayah Sidoarjo sendiri tidak terdaftar dalam ruas jalan yang menjadi pembatasan aktifitas mobil barang. “Kalau jalan nasional di Sekitar Surabaya Sidoarjo tidak terdaftar,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Fattah Jasin mengatakan, mobil angkutan barang yang diketahui melanggar aturan pembatasan operasional akan dilakukan penindakan. Penindakan tersebut akan dilakukan oleh kepolisian.

Menurutnya, hal itu mengacu pada undang-undang lalu lintas, bahwa penindakan pelanggaran lalu lintas akan dilakukan oleh pihak kepolisian. Nantinya, salah satu tindakan yang akan dilakukan ada melakukan penilangan.  “Urusan tilang nanti itu polisi,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Namun demikian, pihaknya akan turut membantu pihak kepolisian dalam melakukan pengawasan mobil angkutan barang. Selama ini, Fattah mengaku sudah melakukan koordinasi antara Dishub dengan pihak kepolisian. (far/nug)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia