Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Tukang Las Tertangkap Kantongi Sabu

09 Juni 2019, 22: 35: 27 WIB | editor : Wijayanto

Tersangka Suwanto

Tersangka Suwanto (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Suwanto, 27, warga Dusun Bendo RT 04/RW 01, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman harus mendekam di balik jeruji penjara.

Tukang las yang kos di Jalan Jambu  Gang Delima Desa Seruni, Kecamatan Gedangan itu diringkus polisi lantaran mengantongi satu poket sabu-sabu (SS).

Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto menceritakan, tersangka diringkus polisi saat asyik main game di rumah kosnya Minggu (26/5) lalu.

Mulanya, polisi mendapat informasi jika tersangka ini baru saja melakukan transaksi SS. Berbekal info tersebut, polisi langsung memantau sekitar rumah kos tersangka.

Saat dipastikan tersangka berada di dalam rumah, polisi langsung melakukan penggerebekan. Upaya itu membuahkan hasil. Polisi berhasil mengamankan tersangka yang saat itu sedang main game bersama salah satu rekannya.

"Temannya juga digeledah, tapi tidak ditemukan barang bukti penyalahgunaan SS," terang Sugeng, Minggu (10/6).

Sementara itu, dari tangan tersangka, polisi menemukan satu poket SS yang disimpan di saku celana. "Di bungkus permen," imbuh Sugeng.

Berbekal dari barang bukti itu, tersangka langsung digelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk penyelidikan lebih lanjut.

Di hadapan penyidik, tersangka mengaku jika mendapatkan barang haram itu dengan cara ranjau. Biasanya barang akan ditaruh di bungkus rokok di pinggir jalan.

Tersangka akan mengambil barang itu sesuai arahan si bandar. Dia mengaku jika tidak kenal betul bandar pemasok SS tersebut pasalnya selalu berkomunikasi melalui handphone (HP).

Sugeng menambahkan, bapak dua anak itu merupakan pemakai sabu. Pasalnya polisi juga menemukan satu buah bong (alat isap sabu) yang disimpan di kamarnya saat penggeledahan. Biasanya, tersangka akan mengajak beberapa temannya saat mengkonsumsi sabu.

Kini tersangka telah mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara itu, polisi masih bekerja untuk memburu para bandar dalam jaringan itu. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia