Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Mengenal Leukemia, Penyakit Yang Membunuh Ani Yudhoyono

07 Juni 2019, 03: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Mengenal Leukemia, Penyakit Yang Membunuh Ani Yudhoyono

SURABAYA - Kristiani Herrawati atau yang lebih dikenal sebagai Ny Ani Yudhoyono, istri Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berpulang pada Sabtu (1/6) lalu karena penyakit kanker darah.

Ia menghembuskan nafas terakhir setelah terdiagnosa mengidap penyakit kanker darah sejak Februari lalu. Lalu sebenarnya apa itu kanker darah atau yang lebih dikenal sebagai penyakit leukemia. 

DR. Dr. Ugroseno Yudho B , SpPD KHOM  menyebutkan, kanker darah (leukemia) adalah suatu penyakit dimana jumlah darah putih yang diproduksi di sumsum tulang terlalu banyak. Seharusnya, jumlah sel darah putih dalam tubuh manusia sebanyak 4 ribu hingga 10 ribu. Pada penderita leukemia, jumlah sel darah putih mencapai puluhan ribu hingga 100 ribu. 

Leukemia juga disebut sebagai keganasan pada sumsum tulang belakang. Dalam sumsum tulang terdapat sel ganas/sel muda. Disebut ganas karena tumbuh secara terus menerus dan tidak mau mati.

Sel ganas inilah yang akan mengganggu pertumbuhan sel darah lainnya. "Kalau sel ganas tumbuh, sel lainnya tidak mau tumbuh," paparnya.

Penyebab penyakit ini belum pasti hingga saat ini. Penyakit ini hadir bisa jadi disebabkan oleh genetik, maupun faktor risiko kanker. Misalnya paparan zat karsinogenik, seperti bensin atau paparan prodak yang berkaitan dengan bensin. Seperti kerajinan karet dalam waktu lama.

Selain itu, paparan virus yang sifatnya kronis ataupun radiasi yang menyebabkan terjadinya mutasi sel-sel dalam tubuh.

"Prinsipnya terjadi mutasi, terjadi perubahan sifat dari sel-selnya," papar dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Onkologi ini.

Leukemia bisa dikategorikan menjadi dua, yakni Leukemia akut yang perubahan sifatnya diketahui secara langsung dan sifatnya memberat  dalam waktu beberapa hari, maksimal dua minggu. Atau leukemia kronis yang terjadi bulanan atau tahunan.

"Leukemia kronis ini bisa berubah menjadi akut ketika terjadi mutasi tambahan, atau terpapar bahan akuasi berlebihan, atau gen berubah sifatnya, tiba-tiba dia berubah ganas, karena mutasi sel harusnya mati tapi dia tak mau mati." 

Pasien leukemia sering mengalami panas dan infeksi karena sel darah banyak di sumsum tulang, yang menyebabkan sel darah putih lumpuh. Pasien juga kerap mengalami pendarahan karena trombosit menurun. Juga lemas jika ada penuran HB. 

Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa mengobati leukemia akut. Hal yang bisa dilakukan saat ini adalah transplantasi sumsum tulang. Itupun belum bisa menyembuhkan total. Bisa terdapat kekambuhan beberapa tahun setelahnya.  

Selain itu, ada kemoterapi yang hanya bertujuan untuk memerangi sel-sel ganas dan memperbaiki kualitas hidup.

Dalam satu tahun, terdapat 60 ribu pasien leukemia di dunia. Dengan jumlah pasien meninggal mencapai separonya lebih. 

Karena belum diketahui jelas penyebabnya, yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan menghindari risk factornya. Di antaranya adalah menerapkan pola hidup yang sehat mulai dari pola makan dan pola tidur. 

"Kemudian kelola stres. Meskipun stress tidak berpengaruh secara langsung, tapi dengan pengelolaan stress mampu mempengaruhi metabolisme sel-sel tubuh lainnya. Sehingga mekanisme pertumbuhan tumor tidak terjadi," papar dokter yang berpraktik di RS. Mitra Keluarga. 

Selain itu adalah mengantisipasi paparan zat karsinogenik. "Memproteksi diri dari paparan zat karsinogenik," jelasnya. (Is)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia