Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Gereja SMTB Gelar Sahur Keliling, Bersama Ibu Shinta Nuriyah

02 Juni 2019, 07: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Istri Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (alm), Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, menggelar sahur bersama di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB),

Istri Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (alm), Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, menggelar sahur bersama di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Jalan Ngagel Madya, Surabaya (ISTIMEWA)

Share this      

NGAGEL MADYA - Istri Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (alm), Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, menggelar sahur bersama di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Jalan Ngagel Madya, Surabaya, Sabtu 91/6) dini hari. Sahur bersama ini bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.

Gereja Katolik SMTB ini merupakan salah satu gereja mendapat teror bom pada 13 Mei 2018 lalu. Puluhan korban meninggal dan korban luka. Namun, kini Gereja SMTB sudah direnovasi setelah insiden bom bunuh diri itu.

Sahur bersama diikuti ratusan umat dari berbagai agama dan warga sekitar. Mulai dari pastor, jemaat gereja, petugas kebersihan, tukang gali kubur, ibu rumah tangga, Banser, dan Ansor.

Ketua Kerasulan Awam Paroki SMTB Surabaya FX Ping Teja mengatakan, selama puasa Ramadan 2019 pihaknya melakukan sahur keliling. Di Surabaya, Shinta Nuriyah memilih sahur bersama di Gereja SMTB."Bu Shinta memang meminta sahur bersama di sini (SMTB) karena ini adalah penutupan serangkaian sahur bersama," kata Ping.

Pihak gereja pun sangat mengapresiasi dan bangga karena mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah penutupan sahur keliling bersama Ibu Shinta. Acara ini untuk mewujudkan sikap saling toleransi dan persatuan bangsa.

Sementara itu, Shinta Nuriyah mengatakan, kegiatan sahur bersama ini sudah dijalaninya selama 20 tahun berturut-turut. Dimulai saat mendampingi suaminya, Gus Dur, saat masih menjabat presiden RI. Dia melakukan sahur bersama dengan pengamen, anak jalanan, sopir bis, dan tukang becak.

"Kalau sahur ini ke-20 berarti sudah 20 tahun dijalani mulai Gus Dur (sapaan akrab Abdurrahman Wahid) menjabat presiden. Kalau sahur bersama sopir bus yang kita di terminal, kalau sama tukang becak ya di pinggir jalan," paparnya.

Shinta mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia harus menjunjung Bhinneka Tunggal Ika. Mengingat Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, golongan. "Kita ini satu. Bhineka Tunggal Ika. Artinya apa? Meskipun berbeda tetap satu," pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia