Selasa, 17 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Sehari Dua Kecelakaan di Driyorejo, Dua Orang Tewas

01 Juni 2019, 08: 48: 00 WIB | editor : Wijayanto

LAKA TRUK : Polisi melakukan olah TKP di Jalan Raya Semambung, Driyorejo.

LAKA TRUK : Polisi melakukan olah TKP di Jalan Raya Semambung, Driyorejo. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dua kecelakaan terjadi di Kecamatan Driyorejo dengan korban tewas dua orang. Kejadian pertama menewaskan pengemudi truk. Sementara kejadian kedua mengakibatkan pejalan kaki meninggal dunia. 

Tabrakan tiga truk terjadi di Jalan Raya Desa Cangkir, Driyorejo. Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Gresik, Ipda Yossy Eka Prasetya mengatakan, kecelakaan ini bermula saat kendaraan truk mixer semen nopol L 8937 UZ yang dikemudikan Herri Rohendrawan, 48, Warga Desa Wonokupang RT 04 RW 02 Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan tinggi. 

Sesampainya di lokasi kejadian truk mengalami rem blong hingga menabrak bagian belakang sebuah kendaraan truk colt diesel yang dikemudikan Atem, 36, warga Jalan Ikan Gurami 3/51 RT 07 RW 06 Kota Surabaya. 

Nahas, karena tidak kuat menahan benturan dari belakang truk colt diesel terdorong kedepan hingga menabrak sebuah truk tronton yang dikemudikan Robin, 41, warga Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. “Kerasnya benturan membuat kendaraan truk colt diesel terdorong hingga menabrak bagian belakang tronton,” kata Yossy. 

Sementara itu kejadian kedua membuat Mundriati, 54, asal Jalan Desa Kalianyar RT 02 RW 01 Kecamatan Kertosono, Nganjuk tewas. Korban meninggal dunia ditabrak pengendara sepeda motor Honda CB 150 R. Korban tertabrak saat berjalan kaki di Jalan Raya Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, kemarin.

Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Gresik, Ipda Yossy Eka Prasetya mengatakan, korban tewas setelah ditabrak Honda CB 150 R nopol W 2549 DK yang dikendarai Ramelan Dani Krisdianto, 20, warga Desa Cangkring Gatak Seduri RT 13 RW 04, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

“Pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat ke timur. Saat dilokasi kejadian dia tidak melihat ada korban yang sedang menyebrang jalan. Sehingga menabraknya hingga tewas,” ujarnya.

Dikatakan, kerasnya benturan membuat korban Mundriati terpental hingga sejauh 10 meter. Menurut keterangan saksi mata dilapangan, usai tertabrak sebenarnya korban masih bernafas. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia