Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Polda Gerebek Warkop Tempat Penyelundupan

Kelabuhi Petugas, Baby Lobster Disamarkan dengan Benih Bandeng

01 Juni 2019, 07: 05: 25 WIB | editor : Wijayanto

DITOPLESI: Benih lobster yang disamarkan dengan benih bandeng.

DITOPLESI: Benih lobster yang disamarkan dengan benih bandeng. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penggerebekan sebuah warkop di Jalan KH Mashum Achmad, Desa Randegan RT 04/RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Kamis (30/5). Tempat itu diduga sebagai tempat packing penyelundupan benih lobster (benur) ke luar negeri.

Sebanyak 37 ribu ekor benih lobster siap kirim diamankan sebagai barang bukti. Selain itu, tujuh tersangka juga diamankan dalam kasus penyelundupan tersebut.

Mereka adalah  HB, 33, asal Jakarta, TS, 28, WP, 24, ES, 31 warga asal Subang, Jawa Barat, ART, 20 asal Ciputat; DAL, 24, asal Tasikmalaya, dan MAA, 30, asal Lubuk Lingau Sumatra Selatan. Para tersangka mengemas paket lobster dengan ditutupi benih bandeng (nener) untuk menyamarkan aksinya.

TERTANGKAP: Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera (kiri) menunjukkan tujuh tersangka di Jalan Raya Randegan, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (31/5).

TERTANGKAP: Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera (kiri) menunjukkan tujuh tersangka di Jalan Raya Randegan, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (31/5). (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Kasubdit Tipeter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pengungkapan upaya penyelundupan benur dengan nilai mencapai Rp 5,4 Milyar itu bermula dari upaya pemantauan yang telah dilakukan polisi sebelumnya.

Dari penyelidikan di lapangan, polisi mendapatkan informasi jika warkop itu adalah tempat packing para pelaku penyelundupan benur ke luar negeri.

Tak mau kehilangan kesempatan, sekitar pukul 01.00 polisi langsung melakukan penggerebekan. Upaya itu membuahkan hasil. Di warkop tersebut polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat sebagai tindakan penyelundupan lobster.

Barang bukti yang diamankan, ada 37.558 ekor benur yang sudah dipacking dalam sejumlah toples plastik, 8 unit HP, uang tunai yang digunakan operasional tersangka sebesar Rp 11 juta, 2 pompa air, 2 tabung oksigen, 10 kotak styrofoam, paspor, dan ribuan Nener. “Nener ini ditaruh diatas kotak benur, sehingga nampak seperti paket nener biasa,” sebut Rofiq.

Ketujuh tersangka juga diamankan dalam pengungkapan tersebut. Mereka juga memiliki peranan masing –masing. Diantaranya HB sebagai koordinator, ada yang bagian packing, ada yang berperan sebagai kurir angkut.

Rofiq menambahkan, 37 ribu ekor benih lobster yang diamankan itu terdiri dari dua jenis yaitu Mutiara dan Pasir. Dari penyelidikan yang didapat, benih tersebut didapat pelaku dari daerah NTB, Bali, Jawa Barat dan sebagian Jatim.

Biasanya lobster yang bisa mencapai harga Rp  4 hingga 7 juta per ekor dalam usia dewasa itu dikirim ke Vietnam. “Sebanyak 40 persen jenis Mutiara,” imbuhnya.

Berbekal barang bukti itu, para tersangka langsung digelandang ke Mapolda Jatim untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mengembangkan kasus penyelundupan biota laut tersebut. Para tersangka akan dijerat dengan pasal 86 ayat 1, pasal 92, dan pasal 100 UU No.45 Tahun 2009 tentang perikanan.

Sementara itu, warga sekitar tidak menduga jika warkop dengan pemilik atas nama M Norman itu ternyata adalah tempat packing lobster. Yang diketahui adalah warkop namun jarang buka. “Ada aktivitas keluar masuk mobil namun malam hari,” terang Mukmin, warga setempat. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia