Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Industri Furniture Genjot Ekspor Produk ke AS

29 Mei 2019, 17: 19: 22 WIB | editor : Wijayanto

EKSPOR: Direktur Keuangan Integra, Wang Sutrisno (kiri) bersama Direktur Pemasaran, Widjaja Karli sedang menunjukan salah satu contoh kayu jenis produ

EKSPOR: Direktur Keuangan Integra, Wang Sutrisno (kiri) bersama Direktur Pemasaran, Widjaja Karli sedang menunjukan salah satu contoh kayu jenis produknya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Imbas perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok membuat industr furnitur Indonesia berpeluang memperbesar ekspornya ke Amerika. Pasalnya, produk furnitur asal Tiongkok menjadi lebih mahal setelah dikenakan pajak 25 persen oleh pemerintah AS.

Menurut Direktur PT Integra Indocabinet Tbk Wang Sutrisno, perang dagang AS-Tiongkok membawa berkah bagi industri furnitur Indonesia. Sebab itu, pihaknya akan memanfaatkan momen ini untuk memacu ekspornya ke AS. “Amerika adalah pasar terbesar kami. Sekitar 50 persen dari total ekspor kami ke AS. Kami yakin 2-3 tahun lagi ekspor kami ke AS akan semakin besar,” kata Wang Sutrisno usai RUPS, Rabu (29/5).

Dijelaskan, sejak adanya perang dagang, banyak importir asal Amerika yang mencari produk furnitur ke Indonesia. Pasalnya, para importir AS tidak berani impor dari Tiongkok karena kena pajak anti dumping 25 persen. Sehingga harganya tidak kompetitif lagi.

Dia mengaku, selama ini pasar furnitur Amerika banyak disuplai dari Tiongkok dan Vietnam. Sebab itu, tahun ini pihaknya akan belanja modal Rp 200 miliar untuk memperbesar kapasitas produksi dari 100 kontainer per bulan menjadi 300 kontainer.

Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan wooden blind, metal furniture dan rattan furniture . Karena permintaan dari Amerika juga cukup besar. Apalagi, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia. “Tahun lalu kami beli tanah dan bangun pabrik baru. Tahun ini kami akan mendatangkan banyak mesin baru. Kami optimistis tahun ini akan tumbuh 20 persen,” tambah Wang Suatrisno.

Direktur PT Integra Indocabinet Widjaja Karli menambahkan, untuk produk furnitur rotan pihaknya belum bisa maksimal. Pasalnya, saat ini masih kesulitan mencari tenaga pengrajinnya. Namun begitu furnitur rotan juga akan tumbuh. “Target awal kami ekspor furnitur rotan USD 2 juta per tahun dan tujuan utama juga Amerika,” kata Widjaja Karli. (fix/nur) 

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia