Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sidak Pasar, Pemkot Temukan Pedagang Jual di Atas HET

29 Mei 2019, 14: 48: 06 WIB | editor : Wijayanto

OMZET MENINGKAT: Pedagang menimbang cabai rawit di Pasar Wonokromo, Surabaya, Selasa (28/5).

OMZET MENINGKAT: Pedagang menimbang cabai rawit di Pasar Wonokromo, Surabaya, Selasa (28/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perdagangan melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar di Surabaya. Hal ini untuk menekan terjadinya lonjakan harga menjelang lebaran 2019.

“Pemantauan harga di sejumlah pasar ini kita lakukan sejak bulan April. Kami juga bekerja sama dengan Satgas pangan untuk hal ini,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Surabaya Wiwiek Widayati kepada Radar Surabaya, Selasa (28/5).

Pemkot juga bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk meminimalisir lonjakan harga dengan melakukan sidak pasar seperti Pasar Pabean, Pasar Keputran, maupun Pasar Wonokromo. Menurut dia, baik stok maupun harga komoditas pangan di pasar masih relatif normal jelang Idul Fitri.

“Semua dalam kondisi bagus. Namun, memang ada satu, dua pedagang yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET),” katanya.

Contohnya daging ayam yang seharusnya HET nya Rp 34.000 per kg dijual mulai Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu per kg. “Maka, kami mengimbau pedagang untuk tidak menjual di atas harga normal,” imbuhnya.

Untuk menjaga ketersediaan barang, Wiwiek mengaku pihaknya juga menggelar operasi pasar. Hal ini untuk menunjukkan kepada  masyarakat bahwa stok pangan masih aman. “Contoh jika beberapa waktu yang lalu harga bawang putih sangat tinggi, sekarang sudah normal. Karena ketersediaan terhadap bawang putih sangat cukup,” ujarnya.

Wiwiek juga memastikan stok daging sapi juga aman dan layak dikonsumsi. Pihaknya terus melakukan pengawasan untuk mencegah masuknya daging oplosan maupun gelonggongan. “Pengawasan terus kami lakukan untuk mencegah adanya pedagang yang berbuat nakal, apalagi ini menjelang lebaran. Memang permintaan terhadap kebutuhan daging meningkat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pemkot bersama  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga melakukan sidak parsel. Inspeksi mendadak ini dilakukan untuk memastikan agar barang dan makanan yang dijual di pasaran sebelum lebaran aman untuk dikonsumsi masyarakat. 

“Kita ingin memastikan keamanan barang yang akan dikonsumsi tersebut kepada seluruh masyarakat. Dari hasil sidak kami belum menemukan parsel yang tidak sesuai regulasi,” pungkasnya. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia