Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sepekan Operasi Penyakit Masyarakat, Polisi Amankan 3.958 Tersangka

29 Mei 2019, 14: 41: 28 WIB | editor : Wijayanto

DIBEBER: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menunjukkan para tersangka dari Operasi Pekat Semeru di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (28/5)

DIBEBER: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menunjukkan para tersangka dari Operasi Pekat Semeru di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (28/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meski operasi pekat 2019 hanya digelar selama dua pekan, namun Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah panen tangkapan. Terbukti dari operasi yang digelar dari 15 - 26 Mei tersebut sebanyak 3.958 tersangka diamankan.

Para pelaku ditangkap dari 3.917 kasus, mulai dari 3C, perjudian, prostitusi, miras, handak, premanisme hingga jukir liar. Hasil tangkapan Satreskrim dan polsek jajaran Polresrtabes Surabaya dipamerkan di halaman Mapolrestabes Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, jumlah kasus yang terbanyak adalah premanisme dan parkir liar. Ada sekitar 3.212 tersangka dan 32 orang ditahan.

"Sisanya kami lakukan pembinaan. Tersangka yang kami tahan lantaran mereka murni melakukan tindakan pemerasan dan penagihan dengan cara-cara kekerasan," ungkap Sudamiran.

Sedangkan kasus tertinggi kedua adalah kasus miras. Terdapat 548 orang tersangka yang diamankan. Namun hanya satu tersangka dilakukan penahanan. Sebab tersangka merupakan distributor sekaligus penjual miras dalam jumlah besar. Sedangkan lainnya hanya penjual kecil di toko kelontong dengan barang bukti hanya beberapa botol saja.

"Meski tak ditahan, proses hukum tetap berjalan," ungkap AKBP Sudamiran.

Sudamiran mengatakan, selain pembinaan ada juga tersangka yang ditahan yakni ada 216 tersangka. Mereka ditahan lantaran melakukan beberapa tindakan kriminal. Yakni 32 tersangka kasus 3C, kemudian 99 tersangka kasus narkoba dan 55 tersangka ditangkap kasus perjudian serta 7 orang kasus prostitusi dan pornografi.

Sedangkan untuk barang bukti yang diamankan dalam operasi pekat tersebut ialah, 10 motor, belasan Hp, beberapa tas, belasan kunci T. Sedangkan untuk kasus narkoba barang bukti yang dimankan 12 kilo ganja, 119 gram sabu-sabu (SS) serta 7900 butir pil LL dan 23 butir ekstasi.

"Kami amankan pula, sejumlah uang hasil perjudian dan traffiking serta 5.290 botol miras," terangnya.

Sudamiran menjelaskan dari hasil ungkap tersebut, Polrestabes Surabaya mendapatkan hasil tangkapan terbanyak se Jatim. Meski sudah berakhir, namun Sudamiran menegaskan akan tetap melaksanakan giat yang sama hingga lebaran. "Fokus dari giat ini adalah, premanisme, handak, miras, prostitusi dan perjudian," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugraha mengatakan, meski hasil ungkap 3C masih tinggi, namun jika dibanding dengan bulan sebelumnya, sudah menurun. Hanya saja, kualitas atau bobot kejahatan yang dilakukan para pelaku meningkat.(yua)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia