Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

300 Keluarga Penjaga Masjid Al-Aqsa Antusias Sambut Humanity Card-ACT

28 Mei 2019, 15: 03: 49 WIB | editor : Wijayanto

300 Keluarga Penjaga Masjid Al-Aqsa Antusias Sambut Humanity Card-ACT

(ISTIMEWA/ACT)

Share this      

YERUSALEM – Aksi Cepat Tanggap (ACT).kembali menebar aksi sosial di Palestina. Kali ini di kota suci Yerusalem, ACT menggelar program belanja barang kebutuhan pokok secara cuma-cuma bagi para keluarga penjaga Masjid Al-Aqsa (murabhitun).

Belanja gratis yang diwujudkan lewat program Humanity Card (HC) itu disambut antusias warga. Sejak tengah hari, puluhan orang keluarga murabithun memadati sebuah supermarket di Yerusalem.

Mereka berbondong-bondong membawa kantong plastik berisi barang kebutuhan ke kasir untuk dibayar dengan Humanity Card dari ACT. Dengan kartu kemanusiaan itu, mereka dapat langsung berbelanja kebutuhan pokok secara cuma-cuma di minimarket yang telah berafiliasi dengan ACT.

(ISTIMEWA/ACT)

Tim Global Humanity Response (GHR)-ACT, Andi Noor Faradiba mengatakan, pemberian bantuan kepada murabhitun dimaksudkan untuk membantu perjuangan mereka sebagai benteng pertahanan terakhir Masjid Al-Aqsa yang tinggal di Kota Lama.

“Kondisi hidup mereka kerap terhimpit akibat okupasi Israel. Jadi kita bantu dengan Humanity Card agar mereka bisa bertahan di Kota Lama dan tidak pindah,” ujar Faradiba, Senin (27/5).

Humanity Card merupakan program reguler yang telah lama dilakukan ACT untuk para murabhitun di Yerusalem dan warga Gaza. Implementasi kali ini menyasar ratusan keluarga murabhitun yang ada di sekitar Masjid Al-Aqsa. “Kali ini diperuntukkan bagi 300 kepala keluarga murabithun Masjid AlAqsa di Yerusalem, Tepi Barat,” lanjut Faradiba.

(ISTIMEWA/ACT)

Sebagaimana dikabarkan kantor berita Palestina, WAFA, kondisi Yerusalem kerap memanas, terutama di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa. Apalagi selama Ramadan 2019, Israel meningkatkan agresinya kepada umat muslim Palestina baik melalui serangan bersenjata, membuat penghalang, mengalahkan jamaah, dan secara paksa mengeluarkan jamaah dari masjid.

Seperti pada Rabu (15/5) lalu, WAFA melaporkan pasukan Israel sempat menutup jalan masuk ke pemukiman warga di Yerusalem Timur. Mereka menyerbu dan memeriksa permukiman tersebut dan membongkar sebanyak 20 rumah dan bangunan yang menurut mereka dibangun tanpa izin.

Insiden juga terjadi Ahad (25/5) lalu, dimana sekumpulan ekstrimis Israel menyerbu ke dalam Masjid Al-Aqsa dan melakukan provokasi kepada jamaah yang sedang beribadah. (act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia